#God’sTime- God’s Miracle

20 July 2014 § Leave a comment

” Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” ~ Yesaya 41:10

 

Saya tidak akan membicarakan tentang siapa Tuhan. Karena menurut saya, semua dari kita sudah mengetahui siapa Dia. Namun, saya ingin menceritakan keajaiban Dia yang begitu besar.

Masih ingat dengan cerita saya dan pekerjaan baru saya? (bisa dibaca ini) Atau kisah saya dan keluarga saya? (bisa dibaca disini)

Pagi ini, saya duduk di coffee shop, untuk menyelesaikan tugas saya menulis notes dan interview saya dengan CGL dari  anggota LOJF Family. Ketika saya ingin mengirimkan hasil pekerjaan saya, tidak sengaja saya terpikirkan sebuah ide untuk menjadikan interview ini sebagai video sehingga saya mencari referensi dari YouTube. Kemudian, saya menemukan video ini dari JPCC (1, 2, 3) Ketiga video inilah yang membuat saya ingin menulis tentang keajaiban Tuhan.

Sederhana, “you never walk alone.” Menceritakan kisah hidup kita yang pelik, memang tidaklah mudah. Namun, saya bukan orang yang selalu menyimpan isi hati saya. Belakangan ini saya menyadari, saya orang yang mungkin tidak bisa menyimpan isi hati saya sendiri. Saya harus dan perlu mencurahkannya, baik dengan bicara ke orang lain ataupun dengan menulis.

Hal ini yang membuat saya bisa flashback dan melihat keajaiban Tuhan yang begitu besar atas usaha dan hidup saya. Apa saja itu? Ini cerita saya.

1. Saya dan keluarga

Saya termasuk salah satu anak yang lahir di keluarga Broken Home. Ya, papa saya pemabuk dan penjudi, mama saya orang yang keras dan penakut. Ada hal-hal dari kedua diri orang tua saya yang selalu bergesekkan dan akhirnya sejak kecil sampai saya tumbuh saat in, saya selalu mendengar pertengkaran mereka hingga saya jadi seorang yang sangat takut dengan konflik.

Singkat cerita, keajaiban itu terjadi belakangan ini. Papa dan mama saya tidak bersatu, namun saya cukup bahagia dengan sedikit perubahan yang terjadi dalam keluarga saya. Ketika kakak pertama saya menikah, kami sekeluarga berkumpul bersama. Kami berfoto bersama, kami makan keluarga bersama. Keliatannya mungkin sangat sederhana, namun saya merasakan Tuhan itu bekerja sungguh luar biasa.

Papa saya menjadi seorang yang lebih mengalah dan ketika kami berkumpul, dia tidak minum bir ataupun berjudi. Dia benar-benar menyediakan waktu untuk kami sekeluarga. Saat itu, saya merasa bahwa ya saya sungguh bisa memaafkan dia. Saya tidak lagi takut dengannya ataupun marah. Saya hanya bisa menyerahkan dia ke tangan Tuhan agar keajaiban yang lebih besar bisa terjadi.

Mama saya, sedikit demi sedikit berubah setelah kakak saya menikah. Saya pun mulai bisa memaafkan dia. Dulu, saya orang yang sangat keras dan sangat sebal sama mama saya karena sikapnya yang terkadang membuat saya kesal. Namun, sebulan belakangan ini, Tuhan bekerja untuk saya dan mama saya. Saya merasakan bahwa saya mulai dipulihkan. Saya mulai mencoba untuk menghargai mama saya dan saya mengalah dengan keinginan saya untuk meninggalkan rumah. Saya memutuskan untuk stay dirumah, karena saya terdorong untuk menemani dia apapun yang erjadi. Saya pun mecoba untuk mengerti keadaannya.

2. Kehidupan saya

Dulu, saya masih ingat, saya seorang yang sangat galak dan sangat pemarah( walaupun masih ada sedikit). Saya pernah membanting semuabarang didalam kamar saya karena kebencian yang begitu besar dalam hidup saya. Saya pernah mengambil pisau, dan memikirkan untuk mengiris urat nadi saya. Saya pun sering memikirkan untuk gantng diri. Mengapa? Sederhana, saya benci dengan kehidupan saya dan keluarga saya.

Saya merasa saya tidak punya talenta, saya tidak punya teman dan saya kesepian. Itulah yang pernah saya alami.

Namun, lagi-lagi, Tuhan itu seperti magnet. Saya kenal sama Dia sejak saya lahir. Saya pernah mengalami hal pahit, sejak saya duduk di Sekolah Dasar. Saat itu, saya ingat, Dia menjadi sahabat saya satu-satunya( sampai sekarang). Karena saya telah mengenal Tuhan sejak dulu, saya merasa TUHAN punya magnet besar buat hidup saya. Beribu kali saya berpikir meninggalkan Dia, beribu kali pula saya melihat Tuhan menarik tangan saya terus menerus.

Dia terus berbicara kepada saya akan banyak hal. Mulai dari menjadi pribadi yang berani, pribadi yang mencintai, pribadi yang ceria, hingga menjadi pribadi yang besahabat.

Keajaiban hidup saya dimulai dari saya memiliki banyak teman, banyak sahabat dan banyak ‘keluarga’ baru. Saya menjadi seorang yang ‘lebih berani’ dalam menghadapi apapun. Dan saya mulai tidak memikirkan untuk mengakhiri hidup saya. Bahkan, saya sudah memutuskan untuk menjalani hidup sesulit apapun ini, dengan Tuhan. Karena saya percaya keajaiban itu akan terus-menerus terjadi di dalam hidup saya, asalkan saya PERCAYA pada Tuhan saya.

3. Saya dan sahabat

Dulu, saya berpikir, “I don’t have any friends.” Bahkan saya selalu iri sama orang-orang yang punya pacar, sahabat kecil ataupun sahabat yang sangat dekat. Namun, kalau saya melihat dan merenungkan hidup saya sekarang, saya salah. I HAVE MANY FRIENDS. Janji Tuhan untuk memberikan banyak teman yang tidak terhingga seperti bintang dilangit itu seakan terjadi dalam hidup saya. Saya dikelilingi oleh orang yang positif dan sangat baik.

Keajaiban Tuhan terjadi sejak saya pernah dimusuhi satu kelas dan saya mendoakan mereka. Seperti firman Tuhan, kasihilah musuhmu, doakanlah bagi hidup mereka. Saya pernah menjalankan itu, dan itu terjadi. Keajaiban terjadi.

4. Saya dan pekerjaan

Singkatnya, saya pernah berada dalam ketakutan bahwa saya tidak bisa. Namun, Tuhan sungguh bekerja dengan sangat hebat dalam hal ini. Saya diberikan kekuatan dan keyakinan bahwa saya bisa menjadi seorang yang profesional. Ketika tulisan saya dibilang jelek, jujur hati saya hancur. Tetapi, ternyata Tuhan punya cara yang hebat untuk membuat saya menjadi berani. Keajaiban itu terjadi. Saya bisa mengerjakan pekerjaan saya dengan lebih baik walaupun saya masih terus belajar dan belajar.

Anyway, dari cerita yang saya tonton, saya baca, saya dengar dan cerita saya sendiri ini, terbukti bukan bahwa, YOU’RE NOT ALONE and YOU’RE WILL NEVER WALK ALONE. When you think you are alone, remember you have  a BIG GOD! He never leave you, HE never let you down. He is the best thing in your life that you should be blessed about it.

Kalau Anda merasa sendirian, saya punya tempat untuk Anda agar Anda bisa merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan ini. Selain pergi ke gereja (bila Anda seorang katolik atau kristen) ataupun pergi ke tempat ibadah lainnya (sesuai agama Anda), temukan lah komunitas untuk Anda bertumbuh dalam iman.

Perubahan dalam hidup saya terjadi karena saya bertemu Tuhan tidak hanya dalam gereja, tetapi salah satunya karena saya berada di dalam komunitas. Saya seorang Katolik, jadi kalau Anda juga seorang Katolik, Anda bisa berkumpul bersama saya di LOJF (Light  Of Jesus Family). Ikut saya di dalam CG.

Bila Anda tidak cocok dengan komunitas ini, tenang, Katolik punya banyak komunitas yang baik untuk pertumbuhan iman Anda. Mulai dari Antiokhia, MAGIS, KTM, Dormus Cordis, Joy, Choice, PDKK, Kepemudaan dan lainnya.

Komunitas tidak hanya menjadi tempat untuk menemukan teman baru, namun juga tempat untuk membuat Anda semakin bertumbuh dalam iman, menjadi seorang dengan pribadi yang lebih baik dan juga Anda bisa mengenal Tuhan lebih jauh lagi. Karena itulah yang Tuhan inginkan untuk hidup kita. :)

 

#StarbucksTime – Coldplay

18 July 2014 § Leave a comment

I’m sitting here. On Starbucks, a famous coffee shop in the world. I feel, well, nothing.

Hmm. Can i chat with you while i hear a Coldplay song? Yeay, i’m getting boring. But maybe this is can be a story.

So let me tell you. There was four people in front of me, three a girls and one a boy. The girls beside me is working something. And then beside her is reading a book. After her, there was a boy and a girl, who sitting separately, playing with their gadget.

And i just saw a boy and a girl getting fight. They sit near a door.

Okay, this is not important. So what i want to say, what in the my thoughts, hmm something about life.

Do you know, my life, i want something new. A changing life. Like what? Something a full of challenge.

Im curious why sometime life is feel like, how i can describe it, well i just saying a random thing. Nothing important.

#MondayThoughts – Legowo

16 July 2014 § Leave a comment

Legowo yang artinya menerima, lagi trend sejak pemilu berakhir. Satu kata ini menjadi terkenal, ketika hasil quick count mencuat ke publik.

Namun, bukan urusan politik yang akan saya bahas malam ini. Tetapi lebih ke masalah hati dan jiwa.

Saya punya cerita singkat tentang hidup saya. Mama saya seorang yang susah legowo. Papa saya, juga samanya. Buah memang jatuh gak jauh dari pohonnya. Hasilny, saya anaknya punya sifat yang sama.

Bukannya mau menjelekkn kedua orang tua saya, tapi saya mau ngaku hal yang saya alami belakangan ini. Ya, saya susah legowo. Kalau saya ingat, di kantor lama saya, bebannya lebih ringan sekarang. Tapi ada satu hal yang saya nggak bisa terima dan jadi pertimbangan buat saya.

Cara mengutarakan pekerjaan yang didelegadikan saya oleh bos, itu yang saya tidak suka. Saya sudah pernah punya 5 bos yang berbeda-beda. Awal dulu saya kerja, saya iya iya saja sama semua perkataan bos. Walau kesel, tapi saya coba ambil sisi positifnya.

Lama-lama kok saya jadi susah menerima? Sampai puncaknya di perusahaan asing, kantor baru saya sekarang ini. Untuk pertama kalinya saya susah menerima ini maunya si bos. Nah, sekarang saya mau belajar sisi positifnya dan semoga ini bisa jadi bahan perenungan di masa depan n

Pertama, saya mungkin sedikit kesal karena dia sendiri tidak tahu jobdesc saya dan menganggap enteng jobdesc saya. Di satu sisi, saya punya tanggung jawab besar di socmed perusahaan ini. Intinya, dia tidak terlalu mengerti pekerjaan ini dan merasa gak mau rugi. Alhasil, ia mendelegasikan kerjaan yang sebelum masuk saya sudah tanyakan hampir dua kali. Jawabannya sama, sudah ada orangnya. Saya sih fine aja tapi kok jadi kayak menjebak ya? Dan saya gak suka dengan caranya memberikan pekerjaan itu.

Kedua, perhitungan. Saya akan lebih suka mendelegasikan waktu saya dengan perusahaan yang gak seperhitungan waktu seperti ini. Okey disisi lain dia mencoba membuat timesheet untuk masing-masing pekerja. Namun, cara yang dilakukannya justru membuatnya sangat terlihat perhitungan. Bedakan timesheet dengan hitung-hitung jobdesc. Menurut saya itu berbeda. Timesheet buat saya adalah list yang akan saya kerjakan setiap hari sesuai deadline. Kalau sampai lembur, saya akan bilang itu kesalahan saya. Hitung-hitungan waktu itu lebih mengarah pada “asalkan ada kerjaan di jam kosong, meski sudah selesai.” Ini yang akan membunuh kreatifitas, menurut saya.

Mungkin dua saja cukup. Sekarang saya akan mencoba mengambil sisi positifnya.

Hal pertama, mungkin karena dia baru pertama kali mempekerjakan jabatan ini sehingga dia tidak tahu kalau socmed pun butuh waktu untuk research pasar, analisis, dan mencoba-coba content. Jadi, dia menganggap itu gampang. Sekilas, memang gampang. Namun membuat content di socmed itu pun butuh waktu dan kreatifitas. Jadi mungkin inilah pelajaran saya untuk mencoba membuatnya seefisien mungkin.

Kedua, saya terbiasa dihitung timesheet ketimbang waktu kerja. Ya, lagi mungkin dia terlalu takut dari pihak atasnya melihat kerjanya yang gak maksimal. Di sisi lain, dia mau mencoba mendidik anak buahnya jadi terorganisir. Tapi, garis bawahi, jangan sampai ia menjadikan anak buahnya seperti dirinya alias kloning. semoga. Dan menurut saya, ini justru tidak mendewasakan anak buahnya. Ya sampai kapan kita mau didik anak buah kayak gini apalagi mereka sudah besar kan?

Belajar itu bagus. Ga gampang, ga susah. Sama kayak legowo.

Cuma ada dua pilihan dalam hidup. Ya atau tidak. Kalau gak sesuai dengan harapan, ya kita dituntut untuk bisa legowo. Pertanyaannya, bisa atau gak?

Pasti bisa kok asalkan mau. Pelan-pelan asal mengarah ke legowo dah okey kok. Ingat manusia itu gak ada yang sempurna. Semua masih labil dan sedang menuju pada hal yang lebih baik.Setuju?

*cuman perenungan, semoga saya bisa legowo.*

#NightThoughts – A Long Come down

12 July 2014 § 1 Comment

Being loved. Sometimes we forget what is the meaning about it. Or maybe we just do a denial to not think about it.

But i realized, after i watched “A Long Come Down”, a movie about a four people who met in the rooftop to try suicide but they finally didn’t do and take a desiccion to postpone their plan, life it just need a friend.

Don’t looking a perfect friend, because you will not find it! And also don’t looking a perfect life.

You have a chance to feel life, as supposed to be what you always dream. Feel the love that you always looking for.

There is one way to feel love. It is just opening you heart and let someone hear what you in your thoughts.

Being needed or cared. Don’t think your father or mother doesn’t care about you. Maybe you can’t see what they do or you don’t understand about it. But deep down in their heart, your name always be there.

So, now, i already prove that you have a perfect life. If you think it still something missing, i suggest you to watch the movie in the my title post.

Think 5 second before you jump amd shut down your life

Nite.

#SundayStory – what is the next?

6 July 2014 § Leave a comment

Belajar dari kesalahan menjadi tantangan terbesar dalam kehidupan ini.

Bagaimana kita bisa melihatnya dengan positif dan tidak larut dalam penyesalan? Inilah jawabannya.

Beberapa minggu ini, saya bekerja di kantor baru yaitu,sebuah perusahaan asing. Saat saya memutuskan untuk resign dan masuk kedalam kantor ini, saya melihat 3 faktor pendukung. Pertama, ada teman saya disana dan saya akan bekerja sama dengannya. Kedua, gaji yang besar. Ketiga, diversity.

Namun, setelah tiga minggu berlalu, penyesalan itu muncul. Lucunya, hal ini justru membuat saya tertawa. Kenapa?

Saya yakin itu adalah sebuah rasa syukur. Bahwa saya berani mengambil sebuah keputusan besar yaitu keluar dari kenyamanan saya.

Jalan saya yang terburu-buru ini membuat saya terjebak dalam sebuah keadaan yang mungkin tidak saya suka. Namun, di dalam perasaan itu, ternyata Tuhan benar-benar bekerja untuk saya.

Ia membuat saya tetap bersyukur meski didalam ‘keluhan’. Aneh? Ya, itulah cara Tuhan bekerja.

Ketika kita merasa jauh, Tuhan terus mendekat.

Ketika kita berteriak, Tuhan memeluk kita.

So, what’s the next? Very simple.

Let God give you a best way.

#MorningThoughts- what i will become

18 June 2014 § Leave a comment

When i was a little girl, i just thought i will become a women who have an apartment, be independent and have a husband who really love me.

Now, when i’m growing up, every years, everything seems so clear.

I want to be a person who have a big love for my family. Maybe my relationship with my mother is not really good( yes, i have a lot different things that never suit with her). But everytime i think about her, i can see what i want to be someday.

I don’t want an apartment, i want a home. The place that i can share a joy. Even i have a tears in there.

I don’t want to be independent, but i want to be myself and loving myself. I want to be what i need to be. Care about life and start do something for the place where i’ve been lived until now.

I don’t want a husband, i want a best friend ( a boy of course) who really love his friends, a father of my child who always take my boy and girl go to the park, play with them and take care about them more than his life (not obsession) and the boy who caring his girl because he really love her.

Last, i just want to be a good mother. Really good mother. A women who really care about her child more than her life. I want to be that girl. Maybe my child will not that good, but i want to love them no matter what and i don’t want blame them for everything.

I want to be a good mother who can tell a good stories about life for them and always behind them no matter what will happen.

Maybe i just want become a person who can learn and keep grow to be a good person not perfect. Just be good. :)

#SaturdayShort – This is The End

15 June 2014 § Leave a comment

Malam itu, tak ada satu pun cahaya menerangi. Semua berteriak, ‘ selamatkan aku… Selamatkan aku…’ Keadaan sangat kacau.

Aku? Saat itu aku berbaring di kolong ranjang yang tergeletak di dekat tembok. Menutup mataku, menghitung denyut nafasku, dan kedua tanganku memeluk kaki ku erat.

Kekacauan di tempat yang luas dan tidak terlihat ini sangat menakutkan. Dan aku berharap ini hanyalah mimpi.

Sampai satu per satu menghilang dari pandanganku dan setitik cahaya bersinar.

Aku? Suara itu terdengar kembali. Ia beteriak, ‘buka…buka…’ Dan aku pun hilang. Ini kah akhir dunia?

- terinspirasi dari film Snowpiecer-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,374 other followers