Akhir adalah Awal

January 3rd, 2012 § Leave a Comment

Akhir bukan ketakutan untuk meninggal.

Awal bukan ketakutan untuk memulai.

 

Jika ada sebuah ketakutan itu adalah dirimu.

Ketika kau siap mengakhiri, kau akan siap untuk mengawali.

Malam sudah larut, kau menutup mata mengakhiri hari yang berlalu.

Membuka mata saat matahari terbit, pertanda kau siap mengawali hari baru.

 

Isi perjalanan hari adalah sebuah kotak pandora yang terkadang kau takkan mengetahuinya bila kau tidak menjalaninya.

 

bagaimana bila ketakutan adalah sebuah hadiah? Bahwa karena ketakutan kau bisa menemukan sebuah harapan. Dan ketika kau siap mengakhiri, kau siap memulai tanpa ada rasa takut lagi. Bukankah itu akan menyenangkan?

 

Segala sesuatunya Tuhan berikan dalam keadaan siap. Begitu pula dengan hidupmu. Dalam perjalanan, kau tinggal disebuah rumah yang disebut keluarga. Lalu, kau bertemu  ratusan orang di jalanan tersebut, kau menamai mereka sahabat. Kemudian, kau bertemu dengan seseorang yang kau doakan akan menjadi pasangan hidupmu. Dan kau akan menciptakan keluarga baru.

Masalah demi masalah bermunculan disanalah kau bertemu dengan sang badai. Pilihannya, kau hadapi atau hanya bersembunyi?

Yang menjadi dirimu adalah dirimu sendiri. Yang membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri. Kau bukan refleksi dari seseorang namun kau refleksi dari dirimu sendiri. Bagaimana bila yang diberikan Tuhan untukmu adalah hadiah? maka kau harus berbahagia karena hadiah dariNya begitu indah dan tak ternilai harganya. Kau perlu menjaganya dan mencintainya. Karena itulah yang Dia ingin kau lakukan.

 

Meski ada kesedihan, luka namun selalu akan ada kegembiraan, senyuman. Itulah janji pelangi sehabis hujan. :)
So, what i  realize in this year, manusia hidup hanya sementara. Namun cerita tentang mereka seumur hidup akan terkenang. Cinta mereka akan terus tumbuh meski jiwa mereka sudah meninggalkan dunia. TUhan tidak pernah MENINGGALKAN anakNya sendirian. Thats why until know you never walk alone.. :)

 

 

 

Kembali Menatap Langit

January 3rd, 2012 § Leave a Comment

Ku melihat kebesaranNya saat ku kembali menatap langit.

Awan berjalan, angin berhembus.

Langit terkadang tak lagi sama dengan hari sebelumnya.

Terkadang dia bersembunyi di balik awan hitam.

Terkadang matahari menunjukkan dirinya di dekat awan putih.

Terkadang dia membuat teka-teki dalam setiap detik berlalu.
Dan aku kembali menatap langit pagi ini.

Melihat yang telah Dia perbuat sepanjang setahun berlalu.

Ada mimpi kecil, ada mimpi besar.

Ada harapan dibalik kesusahan dan ketakutan.

Dan Dia tetap ada disana.

 

Lalu, aku dipeluk hangat olehNya.

Dia berbisik, ” Aku tahu apa yang kau butuhkan, anakKu”

 

Terima kasih Tuhan.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Tuesday, January 3rd, 2012 at Catatan Si Hijau.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.