Balas Kangenku Dong!
19 January 2013 § 1 Comment
‘ Tunggulah aku!’
Apakah aku bisa melupakan kata-kata terakhir itu? Ah, apakah itu sudah berakhir? Aku rasa tidak. Perjalananku sama. Terbangun dari mimpi yang sama.
Aku bangkit dari ranjangku, memilih pakaian yang ternyaman untuk hari Rabu ini. Rok kuning dengan kemeja putih, rasanya pas. Terlihat tua? Ah, mungkin begitulah aku.
Aku oleskan bedak di wajahku, dan sedikit lipstik merah pekat di bibirku. Aku siap.
*****
‘ Aku tunggu kamu!’
Wanita itu, tidak pernah berhenti membuatku memikirkannya. Apa yang dilakukannya? Ah, rasanya aku ingin bertemu dengan dia. Tapi bagamana mungkin?
Sepanjang jalan, aku menyetir sambil membayangkan wajahnya. Bibir merahnya, mata coklatnya,lesung di pipinya. Sempurna! Impian semua lelaki. Ah, sudah berlalu. Bagaimana bila waktu berputar?
Ah, aku masih muda. Terlalu muda untuknya. Seperti apa masa depan itu? Apakah kau bisa menjawab aku?
******
Dua waktu terlalu berbeda. Bukan karena umur. Andai saja bila itu karena umur. Aku tua, kau muda. Namun, umur tidak menjawab cinta kita.
Hanya waktu yang menjawabnya.
Aku di masa lalumu.
******
Aku di masa depanmu. Tempat dimana kuda tidak lagi jadi alat transportasi, dimana lipstik merah tidak lagi semenawan masamu. Apaka kau tahu itu?
Mengapa hanya sebentar saja waktuku untuk bisa bertemu denganmu? Seandainya kau membalas rinduku.
****
Bagaimana masa depan itu? Pria yang selalu kucintai, aku sudah berusaha membalas rindumu. Seandainya saja kau ada di masaku saat ini. Seandainya saja.
Aku langkahkan kakiku. Menuju pintu pertama kita bertemu. Pintu waktu yang mempertemukan cinta kita.
****
‘Aku sudah cukup tua. Seusiamu. Aku sudah bau tanah! Bagaimana kabarmu disana? Bagaimana masa laluku bersamamu? Bahagiakah kamu? Seandainya aku bisa bertemu dengan renkarnasimu. Wanitaku. Tulang rusukku. Balaslah rinduku! Kembalikan aku pada masa lalu.’
“ Hai.. Selamat pagi, sayang! Mimpi apa?”
Aku tatap manis istriku yang memelukku dari belakang. Saat itu, mimpi itu tak pernah lagi datang menghampiri hariku.
‘ Balaslah rinduku!’ terdengar bisikan suara dalam hatiku. Wanitaku, masa laluku, maafkan aku!
aku nggak bisa bales kangennya…cuma bisa bales kunjungan..hihihi…terima kasih sudah mengunjungi blog saya…^_^V