Cintaku Mentok Di Kamu
21 January 2013 § 3 Comments
Hidup itu pilihan. Dan pilihan aku itu kamu.
Sederhana bukan? Pagi ini, aku terbangun, saat tanganku meraba bantal disebelahku. Biasanya, aku menyentuh tubuhmu atau tanganmu memelukku dari belakang. Tidak untuk pagi ini. Ah, aku sangat merindukanmu, bodoh!
Aku bangkit dari ranjangku. Aku buka jendela dekat sudut kamarku, aku tatap mentari yang mulai menampakkan dirinya dari kejauhan.
“Bagaimana?” katamu.
“ Um.. seandainya aku bisa,” jawabku ragu.
“ Temanilah aku!” bujukmu mengenggam tanganku.
“ Bolehkah?”
Waktu tidak bisa berputar kembali bukan? Apakah aku menyesal? Ya, kalau boleh jujur aku menyesal. Seandainya kita tidak bertengkar saat itu.
“ AKU TIDAK MAU!”
“ LALU, APA MAUMU?” teriakmu sambil menatap mataku.
“ Aku mau bebas!” balasku terisak.
“ Seandainya aku bisa membebaskanmu!”
Aku ingat setiap kata yang kau ketik. Aku ingat setiap kisah yang kau ceritakan. Malam itu, malam kepergianmu. Malam kau menghapus pikiranku, semua kenangan tentang kita, semua cerita tentang kita.
“ kamu yakin?” tanyaku ragu.
Aku lihat wajahmu, kau anggukan penuh dengan ketidakpastian. Aku memelukmu. Dalam dekapanmu, kau bisikkan padaku, “ kau bebas. Maafkan aku!”
Bagaimana aku bisa melupakannya? Kenangan yang sudah kau hapuskan dari kepalaku. Kenangan tentang kita. Kenangan malam tentang kau menghapus isi memori dikepalaku. Lalu, mengapa kau tetap ada dibayanganku?
Aku kembali ke ranjangku, memejamkan mata sambil memeluk bantal dan menciumi wangimu disana. Aku hanya tidak bisa melupakanmu, meski kau sudah kembali ke dunia nyata dan tidak lagi di dunia mimpi bersama aku.
Cerita kamu sungguh menyentuh hatiku….
Aku kira ini cerita perempuan yang diceraikan suaminya. Eh, ternyata mimpi. Hih! Aku tertipu.
ijin nempatin link blog ini di blogroll ku ya? ^_^V terima kasih…