#124 -On Time

3 May 2016 § Leave a comment

Tidak ada yang mengira, bahwa waktu sesungguhnya berjalan begitu cepat. Detik demi detik terlalui, menggoreskan setiap cerita baru. Mimpi demi mimpi terbang kesana kemari dan ingin menghinggapi kenyataan.

Aku masih teringat, awal petualangan ku di dunia yang dibilang sangat keji dan berat ini. Menakutkan? Sangat. Takut? Banget. Namun, dengan segala kekuatan yang ada pada diriku, masalah demi masalah bisa aku selesaikan. Mimpiku pun menjadi jelas.

Mataku semakin melihat masa depanku. Tidak hanya tentang cinta, karir, namun lebih pada seperti apa aku ingin jadi diriku kelak.

Beruntung, aku tidak sendirian. Tuhanku mendengarkan satu per satu doa yang aku ucapkan.Mulai dari kerinduanku menemukan sahabat istimewa, hingga keingintahuanku akan dunia yang luas.

Kalau aku ingat-ingat kembali, waktu itu sangat tepat. Ada saatnya aku harus bergerak maju dan melupakan masa laluku, serta perjalanan ketidakpastianku menuju kerinduanku yang pasti.
Seakan baru semalam aku berdoa, Ia pun mengabulkannya. Padahal, dulu terasa begitu lama. Mungkin, benar saat mempercayakan waktuNya, hanya perlu berjalan terus dan tetap percaya. Bersabar dalam diam bersama Dia.

 

Sekarang, hadiah istimewa itu sudah aku miliki. Lalu, apa selanjutnya?

Perjalananku menjadi diriku. Menjadi seorang isteri, ibu dan sahabat bagi orang yang aku cintai. Semoga dia yang menjalin waktu bersamaku, adalah orang yang tepat.

Perjalananku menjadi diriku. Menemukan kepingan mimpi dahulu tentang ingin mejadi lebih berpengatahuan tentang dunia. Tidak diam ketika ketidakadilan itu terlihat di depan mata. Semoga aku menjadi orang yang lebih baik.

Perjalananku menjadi diriku. Menjalani pekerjaanku dengan penuh sukacita dan dapat mengembangkan pekerjaanku dan juga diriku menjadi lebih berguna. Semoga aku menjadi seorang yang lebih piawai menghadapi pekerjaanku.

Perjalananku menjadi diriku. Menenulusuri kehidupan yang tidak pasti dan melihat setiap kejutannya. Semoga aku memiliki waktu menjelajahi dunia yang luas ini.

Perjalananku menjadi diriku. Untuk menjadi diriku seutuhnya dan bersyukur tentang aku serta menjadi orang lebih baik di dunia ini.

 

Mungkin, perjalnaanku menjadi diriku inilah yang aku doakan sejak aku beranjak dewasa. Bagaimana kelanjutannya? Aku pun masih harus terus berjalan.

Aku percaya waktu berikutnya, saat aku meraih mimpiku akan tepat dan indah.

#Day73- Surrender

13 March 2016 § Leave a comment

That thing. It is kind a hard to understand. It’s about love.

Sejak kecil, aku selalu terpana dengan sebuah cinta.  Dia memang abstrak, tak ada bentuk, namun punya rasa yang begitu indah. Dia tidak mudah untuk dimengerti, karena terkadang Dia hanya ingin dilihat sebagai bentuk yang nyata. Dia, sederhana. Tidak ada kemegahan, elegant atau kekayaan apapun saat kau bersama dengan Dia.

Mungkin, karena Dia adalah cinta yang dibentuk dari rasa bentuk kasih. Dia tidak memandang bulu, Dia tidak memandang ras, Dia menganggap semuanya adalah sama. Cinta yang Dia berikan untukku, Cinta yang Dia berikan untuk kamu. Semua sama rata.

Ketika aku beranjak dewasa, cinta yang aku lihat begitu indah berubah menjadi begitu menakutkan. Cinta mulai mengkhianati aku, cinta mulai menyakiti aku, cinta mulai membuat aku menjadi seorang penakut. Terkadang, aku mengira aku hanya berpura-pura tegar ketika disakiti, aku berpura-pura menerima saja ketika dikhianati, namun di dalam hatiku, aku sangat terluka. Cinta yang indah berubah menjadi borok yang membekas.

Tidak sampai disitu aku mengenal cinta. Dia datang terus dan terus menerus. Menawarkan cinta yang indah namun menakutkan. Sehingga hatiku terasa panas, ingin berteriak marah, ingin berteriak membenci, ingin beteriak pergi, namun, tak sanggup aku lakukan. Karena cinta itu tetap indah ketika terasa di dalam hati ini.

Aku pun, mulai melihat cinta yang nyata. Ia memang menakutkan. Yang membuat aku takut itu, bukan pada cinta, tetapi ketika aku merasakan cinta itu menakutkan. Mungkin sebenarnya, cinta itu hanya ingin mengukirkan pahatan bentuk diriku yang terbaik atau sebuah goresan pena tentang cerita seorang aku yang istimewa.

Karena itulah, aku tak bisa membuatnya pergi dari hidupku. Karena itulah, Dia terus bersemayam di dalam hatiku.

Waktu pun terus bergulir. Tiba waktunya, semua doaku dari masa kecil hingga sekarang terjawab satu per satu. Keinginan untuk melihat cinta yang sesungguhnya. Dari sosok seorang pria yang aku rindukan teramat sangat, dari pekerjaan yang aku lakukan, dari perjalanan yang ingin aku lalui dan dari persahabatan yang terbentuk hingga sekarang.

Indah? Ya, Cinta tetap indah. Menakutkan? ya, cinta tetap membuat aku takut pada rasa ketakutan itu.

 

Namun, ada satu hal istimewa yang diajarkan cinta padaku. Bahwa aku harus bepasrah.

 

Bukan untuk diam tanpa melakukan apapun, namun hanya perlu berdiam dan membiarkan cinta merangkai setiap rencana yang aku buat agar senada dengan cerita yang cinta goreskan pada ku.

Karena Cinta itu adalah Kasih. Dan kasih itu adalah semesta. Sedangkan semesta itu adalah Tuhan.

 

*Jangan takut, anakKu!*

Faktanya, ada 366 kalimat singkat, “Jangan takut!” yang tertulis di dalam sebuah alkitab. Jadi, percayalah pada Cinta!

#57 – My Silly Life!

26 February 2016 § 1 Comment

Pernah kah merasakah naik mainan yang putar-putar, lalu diputar oleh teman, sendirian. Kemudian lonceng tanda masuk kelas berbunyi dan anda ditinggal sendirian. Ketika permainan berhenti, anda turun dan oleng karena dunia serasa berputar dan Anda sampai tertabrak tembok ketika harus kembali ke kelas, tanpa ada yang menolong?

Mungkin nggak semua orang mengalami hal ini. Tapi saya akui itu salah satu masa kecil saya yang masih saya kenang sampai hari ini. ya, kejadian tidak menyenangkan. Hingga akhirnya saya mengalami lagi kejadian seperti itu, kepala berputar, seperti bermain komedi putar dan tidak bisa berdiri. Saya melihat kejadian itu sebagai pelajaran berharga buat saya.

Mungkin rasa sakit seperti itu, terbilang memang masih ringan. Beruntunglah saya, karena saya tidak sampai jatuh dan pingsan. Namun, ketika saya alami itu, saya merasa takut. Ketakutan yang amat mendalam.

Mungkin, saya terlalu overthinking, karena saya flashback hidup saya ke masa dulu ketika saya pernah “dilukai” teman-teman saya itu. Tapi, Tuhan punya kehendak lain atas penyakit saya ini.

Mungkin, ini hanya sedikit sapaan Tuhan yang bilang ke saya, “Jangan takut! Aku ada disini.” karena saya ini manusia yang bandel dan masih suka takut sama hidup, termasuk kematian. Meski saya pernah berpikir ingin mengakhiri hidup, karena sudah lelah, capek, bosan dan sebagainya, saya masih takut sama kematian.

Mungkin, penyakit ini cuma peringatan buat saya kalau, hidup saya itu masih indah. Karena suatu pagi, saya mengalami kepala berputar atau yang sering disebut vertigo ini, sangat parah. Saya bangun dari ranjang, langsung jatuh lagi. Sampe saya duduk 5 menit, pejamkan mata, pusing itu mulai hilang. Tetapi nggak berlangsung lama karena mendadak saya bisa pusing lagi. Kebayang kan penyakit ini kalau kita berada dijalan? Bahaya sekali.

Namun, saya bersyukur peringatan dini dari Tuhan ini mengingat kan saya kalau, hidup saya masih sangat amat berharga. Kalau dunia berasa berputar, Tuhan cuman mau saya itu pegang tangan Dia.

 

Simple right? Hidup itu memang suka bikin pusing, tapi, ingat kita masih diberi kesempatan untuk memejamkan mata dan beristirahat sejenak, lalu membiarkan Tuhan yang bekerja atas kita.

Well, mungkin sekarang saya bisa bilang,  berpikir untuk mengakhiri hidup itu adalah hal yang bodoh yang pernah saya lakukan dan semoga saya tidak pernah berpikir hal itu lagi.

Karena ketika dunia berputar, kamu tidak bisa bangun, ada rasa penyesalan kalau semuanya harus berakhir. Beruntung, Tuhan masih membiarkan saya sembuh dan menjalani hidup bersama orang-orang yang saya kasihi.:)

 

#JustThought

 

 

#Day49 – I miss You

18 February 2016 § Leave a comment

Aku tak pernah membayangkan, menjalani sebuah cerita seperti ini. Namun, kau hadir di saat aku merindukanmu.

Aku tak menyangka, beginilah rasa rindu yang nyata hingga waktu mempertemukan kita kembali.

Aku tak menyangka, aku bisa menjalani cerita ini ketika bersama denganmu.

Mungkin, aku hanya sadari, aku masih percaya akan cinta sejati.

Mungkin, cinta itu sungguh-sungguh tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Meskipun aku dan kau berada di tempat dan waktu yang berbeda, sungguh, aku merasakan kau dekat di hatiku.

Mungkin, cinta ini lah yang aku rindukan selama ini.

Sayang, mungkin, aku hanya merindukanmu. Membuat aku menghitung waktu hingga akhirnya kita bertemu kembali, bergandengan tangan, tertawa bersama dan mewujudkan impian-impian kecil yang setiap hari kita bicarakan.

Ah, aku rindu padamu.

#Day43th – That Dream Again!

12 February 2016 § 1 Comment

Pernah kah berada di bawah mimpi yang terus mengambang? Setiap kali melihat ke atas, selalu ada mimpi itu. Ibaratnya, berada di bawah langit-langit yang menjulang tinggi, mengangkat tangan untuk menggapai awan yang melayang seakan terlampau sulit karena Ia terlalu berada di atas.

Mungkin, itu adalah mimpi yang sama, yang ada dalam fantasi selama belum tersentuh.

Tak apa, teruslah berusaha! Mimpi itu bisa diraih suatu saat, ketika kau sudah mulai mencari jalan untuk meraihnya. Dengan tangga kah, dengan lompatan kah, dengan pijakankah. Apapun itu, tetaplah jadikan mimpi itu sebagai target.

———————————–

 

Aku pernah berada dalam keadaan dadaku sesak, mataku ingin menangis, pikiran ku penuh penyesalan, dan mimpi lamaku muncul kembali ke permukaan. Mimpi yang membuatku ingin melompat. Mimpi yang ada di antara mimpi-mimpi lainnya.

Berjalan jauh dari negeri kelahiran, mungkin, buat sebagian orang adalah hal bodoh. Namun buatku, itulah kesempatan aku melihat dunia lebih luas dan lebih besar lagi.

Seringkali, diatas ketinggian, aku menatap ke langit, lalu jalan-jalan di bawahku. Seringkali itu pula aku memikirkan, apa jadinya, bila aku tidak lagi di negeri kelahiranku?

Aku bertemu orang-orang baru, berbicara bukan bahasaku, memperkenalkan dunia padaku.

Dalam fantasiku ini, aku merasakan kekayaan yang amat besar di dalam hidup ini. ah, bodoh kalau itu terlihat sangat indah dan sempurna. Karena itu, selalu ada bayangan dimana mungkin aku akan terjatuh, namun tak apa, aku hanya perlu bangkit kembali.

 

——————————–

Mimpi itu terus hadir dalam sadarku. Ia mendorongku, namun jiwaku terlalu merasuk ke dalam, seakan tak ingin mengejarnya. Bukan karena aku tak mau, karena aku merasa tak mampu. Hanya melihat kekuranganku, keburukkanku, ejekkan sekitarku, membuatku mengurung diri terus dan terus.

Namun, mimpi itu, kerap datang, menghantuiku. Sedikit demi sedikit, ia membukakan jalan kecil. Mempertemukan aku pada mimpi lain yang mengarahkan pada mimpi itu lagi. Seakan mengingatkan aku, selama aku bernafas, kesempatanku akan selalu ada dan tak boleh lagi aku sia-siakan. Macet akan terus ada setiap malam, embun pagi takkan berhenti menyapa, sama seperti ketakutan dan harapan yang selalu hadir dalam hidup ini.

 

 

 

untuk mimpiku, tak perlu kau berhenti menghantuiku, karena aku butuh kau menjadi hantuku. Agar aku bisa meraihnya, meninggalkan ketakutanku dan pergi menempati dunia baruku. 

#Day39 – suprise!

8 February 2016 § Leave a comment

Sometime, you just don’t know what will happen next. It gives you a surprises.

Sometime, the surprises make you cry or make you laugh.

Sometime the surprises scare you and make your stomach really hurt.

Sometime, the surprises make you confuse about all this things.

Sometime, the surprise make you think a lot of things.

Maybe that because life not seems perfect like how you think. Life just being honest with you. There is no a such perfect life.

We must be ready for everything. The spontaneous about life is more scary than the planning life.

It will make you cry for some reason that you know it was a silly things.

But that’s life! It will give you surprises.

So, what should i do for this life? Just be chill and take a moment to feel every bless that i got.Maybe, it will make me feel calm in the middle of my fight with myself.

No matter what, just be honest with yourself. Tell what you afraid for and what you love the most. At least, you will know that you still on track. maybe..

#Days33 – being selfish!

2 February 2016 § Leave a comment

Mungkin aku terlalu egois, hingga tak sanggup menatap cerita-cerita di dalam sebuah film.
Mungkin aku terlalu egois, hingga berharap setiap hari terlalu dengan bahagia tanpa ada air mata.
Mungkin aku terlalu egois, ketika aku mengaca diri ku sendiri pada cermin orang lain.
Mungkin aku terlalu egois, ketika berharap mereka mengerti apa yang ada dalam pikiran.
Mungkin aku terlalu egois, berharap setiap hari, tak ada lagi hari tanpa senyuman.
Karena kebahagian itu terlalu menggoda. Ia datang seakan memeluk, membuatku tercandu.
Karena kebahagian dalam cerita fiksi yang mirip dengan mimpi namun jauh dari kenyataan menbuat aku takut.
Padahal, aku hanya inginkan bahagia yang sederhana tanpa perlu melukai. Waktu bahagia yang lebih lama tanpa perlu cemas kehilangan arah. Berawal dari diri sendiri, bahagia itu jalan untuk menemukan akhir cerita bukan?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,425 other followers