DIBALIK LANGIT

29 November 2008 § Leave a comment

Tatap langit biru. Lihat paduan diantaranya. Awan berputar. Hembus angin berlalu. Diatas langit ada langit. Seperti halnya di dalam kota ada kota. Saya teringat pada tulisan Djenar Maesa Ayu, ketika ia menuliskan ceritanya saat mengajak anaknya pergi bermain di kota kecil di dalam pacific place. Rasanya begitu menyenangkan bukan ketika memiliki kota di dalam kota. Ya, terbayangkan oleh saya ,bila saya menjadi seorang anak kecil yang bermain menjadi seorang yang saya cita-citakan.wah, sangat menyenangkan.

Sore ini, mata saya terpukau dengan keindahan secerca terang yang mewarnai langit. Senja begitu terlihat manis dan sejuk. Tidak menunjukkan amarah. Meskipun sehabis hujan. Dan di sekeliman awan, muncullah pelangi yang membentang. Saya tidak tahan untuk menyanyikan lagu pelangi. Pelangi..pelangi…alangkah indahmu…merah kuning hijau…di langit yang biru…melukismu agung…siapa gerangan…pelangi..pelangi…ciptaan Tuhan. Terbayang olehku di balik langit ada langit. Ada kota kecil dengan sekumpulan orang yang sedang mengamati kegiatan didalam bumi. Dan disitulah Tuhan ada.

Bila dibalik langit memang ada Tuhan, berarti kita tidak perlu takut bukan? Teringat kembali perkataan iseng yang pernah saya lontarkan mengenai malaikat pelindung. BIla kita selalu di ikuti oleh malaikat pelindug, yang notabennya utusan dari Tuhan, mengapa kita harus takut? Teman saya berkata, ” Malaikat pelindung itu cuma intuisi kita. Kalau kita mempercayainya, berarti memang ya dia ada .” Seorang teman yang lain mengatakan, ” Jika kita mempercayainya maka kekuatan malaikat pelindung itu akan semakin kuat.” Hmm, buat sa ada atau tidaknya malaikat pelindung itu tidaklah begitu penting-sekarang saya sadar- namun yang terpenting adalah seberapa besar iman kepercayaan kita bahwa mata Tuhan ada dimana-mana dan sedang menjaga diri kita.

Perasaan takut adalah perasaan yang paling saya benci. Hingga saat ini, saya paling tidak suka berada dalam ketakutan. Nyatanya aku tetap takut. Entah karena satu hal atau lain hal. Sehari tidak takut, rasanya tidak lengkap. Extrim mungkin, tapi itulah yang saya rasakan. Tidak mengenakkan memang, tetapi tidak bisa dihilangkan. Dihapus dari data diri kehidupan saya, sama saja menghapus saya dari dunia ini. Memang wajar, tetapi tidak wajar bila hidup didalamnya. Tidak ada yang enak bukan?

Apalagi bila kita lihat kelangit, ada rumah besar disana. Tempat Tuhan duduk dan memandang kita dari kejauhan. Melindungi kita dari segala yang jahat. Sebuah doa yang indah, selalu saya lantunkan. Bapa kami. Doa yang tercipta ribuan tahun yang lalu, memiliki makna yang besar. Doa yang menemani saya kala saya takut. Pernah suatu kali didalam tidur saya, saya bermimpi ketakutan sekali. Badan saya sampai keringetan. Dan secara tidak sadar doa ini saya lantunkan dan doa ini menenangkan saya sekali. Sehingga saya merasakan kehadiran TUhan. Saya melihat langit terbuka, secerca cahaya muncul dan Dia ada.

Dibalik langit Dia ada. Ya, seperti kata banyak orang mengenai Dia, bahwa Dia sungguh ada. Khayangan adalah langit. Tempat para dewa tinggal. Istana bagi Tuhan. Bagiku langit adalah tempat yang terindah yang bisa kulihat saat ini. Mengapa aku bisa mengatakan seperti ini? Karena sejak kecil, saya selalu ingin terbang menuju langit. Berjalan diatas awan. Dan tinggal diantara awan tersebut. Menyenangkan sekali. Seperti film kartun jaman dulu yang pernah saya tonton, dragon ball. DImana song go ku bisa bebas terbang dengan awan kecilnya menuju balik langit. Dan sebuah film kartun juga-saya lupa judulnya- yang menceritakan tentang dunia masa depan dimana rumah berada diantara awan. Sungguh menyenangkan.

Jadi, bila memang dibalik langit ada langit, bukankah itu menyenangkan? Tuhan ada. Tidak hanya ditempat tingginya itu, tetapi juga didalam hati kita. Dia memberikan warna pada rumahNYa. Meskipun terkadang warnaNya menjadi gelap, tapi Dia tidak pernah tidur. Dia tetap ada dan memandang kita dari kejauhan. Dia yang menjadikan kita indah. Saya dan kita. Saya dan dunia. Adalah keindahan dariNYa…^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading DIBALIK LANGIT at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: