PERPUTARAN JAM

3 December 2008 § Leave a comment

Pagi, siang dan malam adalah sebutan waktu pada umumnya yang dikatakan oleh manusia. Pagi ditandai dengan matahari terbit, embun, serta udara yang dingin. Dan merupakan perpindahan dari gelap menjadi terang secara perlahan. Perjalanan waktu menuju siang ketika matahari berada tepat diatas kepala. Terik matahari yang langsung memantul ke bumi. Waktu akan berganti. Terang akan menjadi gelap. Maka dikenalah kata malam.

Sadar atau tidak sadar, manusia sering dilanda kecemasan dengan perputaran waktu. Ketika sedang berada di perjalanan menuju waktu, kian melihat jam, seakan dikejar oleh jam. Banyak hal yang membuat manusia menjadi takut melalui hari-hari. Seakan denting yang berdetak akan membawa bencana bagaikan bom waktu. Ditambah dengan kecemasan saat melalui jalan akan mengiringinya.

Lengkap rasanya, bila satu hari yang diharapkan menjadi satu hari yang paling menyebalkan. Tetapi apakah hari yang menyebalkan itu bisa membuat kita putus semangat untuk melalui hari berikutnya? Misalnya, hari ini putus dengan pacar atau mendapat nilai buruk di ujian atau mungkin mengalami kegagalan. Lantas, apakah kita akan putus asa dan menjadikan hari menyebalkan itu menjadi hari kematian?

Wah, rasanya tidak pantas menjadikannya sebagai hari kematian. 1 hari 24 jam, mungkin dalam 24 jam tersebut, sekitar sejam kita merasa sebal. Tetapi cepatlah padamkan kekesalan itu dengan melihat ada sisa 23 jam yang bisa kita lalui dengan tertawa. Jangan berpikir tidak ada waktu lagi. Masih banyak waktu. PErputaran jam itu tidak akan berakhir sampai akhirnya ktia harus mengakhirinya.

Bicara waktu tidak akan pernah habisnya. Tapi pernah tidak terpikirkan, kenapa 1 jam itu berharga ketika kita bernafas? Hmm, hari ini saya terpikir akan satu hal. Jam atau waktu yang berputar. Seringkali dalam puisi yang saya tulis, ada kata waktu yang tidak bisa diulang atau dipercepat. Waktu akan berputar dan tidak akan bisa berhenti.

JAdi ingat film Clik,dimana ada remote control yang bisa memajukan waktu atau menghentikannya. Wah memang menyenangkan. Tapi sangatlah rugi karena kita tidak bisa merasakan seninya waktu melalui moment-moment yang berarti. KArena setiap moment itulah yang membuat kita semakin berpikir dan semakin bisa merasakan hidup. Bukan karena perputaran waktu itu.

Setiap hari, saya akui saat saya berada di dalam ruang kuliah,saya selalu memperhatikan jam dinding di atas whiteboard. Apalagi saat penyakit malas saya kambuh. Dan saya ingin jam itu berputar cepat dan pelajaran bisa berakhir. Tetapi saat ada tugas yang saya kerjakan, tidak membuat saya terpaku pada waktu. Justru waktu bergerak sangat cepat. Ya seperti saat ini, saya membuang waktu saya dengan menulis ini. Tahu-tahu sudah pukul 8. Tidaklah terasa.

Intinya, perputaran jam itu adalah bagian dari moment penting kita. T etapi yang terpenting bukanlah berapa lama lagi, kapan, dan waktu itu. Yang terpenting adalah moment kita yang menjadikan hidup kita penuh warna saat melalui hari.^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading PERPUTARAN JAM at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: