SATU LANGIT

10 December 2008 § Leave a comment

Dunia itu bulat. Christoper Colombus membuktikannya dengan mengelilingi samudra dan kembali ke tempat semula. Luas dan besar merupakan hal yang paling menggambarkan keadaan dunia kita ini. Terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi oleh air. Hampir ¼ isi dunia adalah air. Bayangkan, bila air itu menjadi kotor, bagaimana kita bisa bertahan hidup?

Sebagai manusia, kita berada pada satu langit yang sama. Yang membedakan tempat kita tinggal adalah pulau. Tetapi langit kita sama. Lalu, bagaimana kita menjaga tempat tinggal kita? Sekarang ini, dunia berada pada keadaan yang memprihatinkan. Bisa kita lihat dari Negara kita sendiri yaitu Indonesia. Dari sabang sampai marauke berjajar pulau-pulau. Mari kita melihat, apakah pulau kita sendiri terjaga dengan baik? Sebelum kita melihat keseluruhan Negara kita.

Jakarta merupakan kota yang berada di pulau Jawa dan menjadi ibukota Indonesia. Kota yang menjadi tempat tinggal kita saat ini. Kalau kita berlayar dari beberapa pelabuhan yang ada di kota ini, kita akan melalui beberapa pulau-pulau kecil yang mengelilinginya dan merupakan bagian dari kepulauan seribu.

Minggu kemarin, saya berkunjung ke Pulau Damar besar dalam rangka kampanye memungut sampah yang berada dipulau tersebut. Dengan menggunakan perahu nelayan dari pemukiman nelayan yang berada di muara angke, saya berlayar menuju pulau yang cukup terpencil itu. Dan yang membuat saya prihatin adalah ketika saya melihat bahwa air laut tidak lagi berwarna biru seperti pada gambaran saya waktu saya kecil. Dan yang paling menyedihkan adalah banyak sampah yang terbawa arus ombak dari muara angke dan beberapa tempat di jakarta. Dan hampir di seluruh pantai pulau itu dipenuhi dengan sampah. Ketika saya dan teman-teman bersama-sama membersihkan pulau tersebut, walaupun tidak mungkin benar-benar bersih, kami menemukan banyak benda-benda aneh di sekeliling pulau. Dari sampah pakaian dalam sampai jarum suntik bisa mengendap di bibir pantai tersebut.

Saya berpikir, kita berada di satu langit yang sama, tetapi kenapa kita tidak menjaga rumah kita dengan baik? Sampah yang terbawa itu merusak pulau di sekitar kita. Pulau yang indah menjadi kotor dan menjijikan. Bayangkan, apabila seluruh sampah berada di laut, bagaimana kita bisa hidup sehat? Ikan saja sudah pasti akan kehilangan habitatnya, apalagi kita sebagai manusia? Tidaklah menyenangkan hidup dengan sampah.

Bagaimana dengan generasi penerus kita bila warisan yang kita tinggalkan adalah sampah? Tidak relevan bukan, bila mereka yang harus terkena dampak yang paling besar. Sekarang adalah waktunya kita untuk memperbaiki pola hidup kita. Kalau dulu kita masih seenaknya buang sampah sembarangan, sekarang tidak ada lagi kata gengsi untuk kita buang sampah pada tempatnya. Tidak ada kata terlambat untuk membersihkan tempat tinggal kita. Bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk semua yang berada di dunia ini, yang berada pada satu langit.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading SATU LANGIT at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: