FAJAR BERGANTI SENJA

12 December 2008 § Leave a comment

Menatap langit, melihat kilau cahaya.Mengharapkan keindahan getaran setiap waktu yang bergulir. Aku meratap memandang sekilas tentang siapa aku. Mengapa harus aku? Ya, perasaan yang sering timbul seketika. Kadang menyebalkan, kadang justru menyenangkan. Lihat aku, siapa aku sebenarnya dihadapan mereka? Ketakutan sering menghantui aku kala aku menatap mereka. Benarkah aku seorang teman dan sahabat? benarkah aku seorang anak?

Aku akui memang buruk berpikir seperti ini. Entah mengapa, apa yang membuat aku kembali memikirkan hal ini. Takut. Satu kata ini yang paling merasuki aku saat ini. Sangat. Untuk menghadapi dunia pelajaranku, aku takut dengan penolakan. Aku merasa, ya aku memang egois, aku menolak orang tetapi aku tidak ingin ditolak. Memang bukan ini seharusnya yang aku pelajari. Tetapi, Tuhan berkata lain. Dia mengajarkan padaku untuk menghargai. Setiap penolakan, setiap ketakutan, aku harus menghargainya.

Mengapa? Memang tidak ada manusia yang sempurna. Dari aliran agama manapun, tidak ada satu orangpun yang sempurna. Aku memang seorang Katholik, aku akui, aku pernah menjadikan kekatholikanku sebagai topeng pelindungku. Agar aku bisa kuat. Tapi nyatanya salah. Bukan kekatholikannya, tetapi bagaimana aku hidup sebagai seorang katholik yang memiliki arti universal. Menerima siapapun menjadi temanku. Selama ini, aku cenderung memilih teman. Yang buruk aku jauhi, yang ramah aku dekati.Sampai pada akhirnya aku sadar, justru sekarang aku menjadi sendiri. Aku belajar, siapapun dia, aku harus bisa menerima. Memang tidak mudah, tapi aku harus bisa. Peduli kepada mereka. Bahwa mereka juga butuh kepedulian dari aku. Tidak hanya aku yang membutuhkannya, mereka juga.

Untuk itulah Tuhan mengizinkan aku ada di dunia ini. Penolakan yang terjadi serta segala ketakutan adalah pelajaran tersulit. Dibandingan dengan pelajaran lainnya dalam perkuliahan. Mengapa? KArena yang harus dilawan bukan orang lain tapi diri sendiri. Apakah saya menerima siapa saya? Apakah saya mau mengalahkan ketakutan saya? Aku mulai merenungkan hal ini. Jujur, aku tidak berani. Menerima siapa aku sebenarnya, walaupun aku tahu aku bisa tapi aku menolaknya.

INilah penolakan terfatal yang terjadi pada diriku sendiri. Menolak menerima aku didalam lingkungan pertemananku dengan selalu mencari topeng melalui masalah yang ada maupun sengaja dijadikan ada. Ya, Memang ini BURUK sekali. Lalu aku harus bagaimana? Dalam perjalanan, seakan Tuhan membisikan aku sesuatu. KataNya, jangan takut anakKu, Aku paling tahu yang terbaik untukMU. Jangan khawatir. Aku telah membukakan jalan bagimu. Apapun yang terjadi padamu saat ini, percayalah bahwa itu adalah rencana indah untukMu. Kamu bisa, karena Aku menjadikan kamu bisa. Bila saat ini kamu berpikir tidak ada seorangpun yang menerima kamu. Kamu salah,Aku menerimamu dengan segenap hatiKu. Aku sungguh mau menjadi sahabatmu bagaimanapun keadaanmu.

Ya, jangan takut seperti dalam Matius 28 dalam salah satu ayatnya yang mengatakan janganlah takut dan khawatir. Bahwa Tuhan menjanjikan senja setelah fajar terbit dan begitupun sebaliknya. Janjinya tak akan pernah terlambat. BIla hari ini aku berpikir aku ditolak, tapi TUHAN kembali ingatkan aku, bahwa aku tidak pernah ditolak olehNYa. Tugasku di dalam kuliah aku bisa atasi, karena aku tidak pernah menjalaninya seorang diri. Dia terus menatap aku dari tempatnya yang tertinggi, untuk menjaga aku. Yang terpenting adalah aku berusaha dan melibatkan Dia dalam segala perkara.Jika ingin membicarakan bukti, aku memiliki banyak hal yang terjadi dalam diriku yang bisa aku buktikan.

Salah satunya adalah mengasihi orang yang membenci aku. Dan janganlah membenci seseorang karena keburukannya. Tetapi kasihilah setiap orang. Bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Maka kau akan menghargai arti pertemanan itu.

terima kasih teman-temanku yang telah mengajarkan banyak hal. Teruntuk: Mitha, Marvin,Tasya, Sherly dan Sherla, Putiy, Cindy, Sherly M Sadikin, Mourena, Delia, de sherli gunadi, olivia aprilia selamet, Seliana, Pius, Ferinda, Stella Rambitan, Devina K, Krystle, Vivi, yolanda, Grace, Anita, Nancy, Stella J, Monica Chandradewi, Hans, Dicky, vivi,f rederick”Antiok”, karina, jonathan, Shandy, Aubrey, Ferdinand, sendy, Emeline. Yondi, Vidi, Tella, Vidia” KMK”:Ratih dan Ratna. Nancy , Mega, Vian,yudi,mehta, nova, jefri, annaria, erick,hassel, shelly, ferryono, evy, enrica, ci oliine, ci bodonk, meimei, fenny, fedora, venti, cathy, meing, hanna, hadi, erwin, Lia, ferdi, Budi, Shinta, Dhika, Alvin, Nando, dan semua teman, sahabatku yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu yang telah menjadi teman dan sahabatku. Terima kasih atas setiap pelajaran yang kau berikan padaku.Terima kasih telah menjadi teman dalam suka dan duka. Terima kasih karena kalian telah mengaajri padaku untuk menghargai bila ingin dihargai…Aku sayang kalian semua…Terima kasih TUhan….^^

Teman,seorang sahabat memukul dengan maksud baik. Ya, memang. Aku sadar, dan yang harus aku kalahkan saat ini bukan temanku, tetapi diriku sendiri. Menerima siapa aku, dan melihat dari kacamata mereka tentang aku. >^^<

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading FAJAR BERGANTI SENJA at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: