RASA INI

13 December 2008 § 1 Comment

Aku takut. Rasa ini terus menghantui hariku. Seakan langit tidak lagi berwarna biru dan matahari enggan bersinar menerangi bumi ini. Rasa dimana aku berada pada titik nol. Bahwa aku tidak bisa menerima siapa aku. Dan aku tidak ingin orang lain menerima aku. Perasaan yang paling mematikan, tidak hanya untuk aku, tetapi bagi sebagian besar orang di dunia ini. Hal yang paling sering dijumpai adalah rasa takut menghadapi hari khiamat.

Sejak tahun 2000 issue mengenai hari khiamat terus terdengar. Entah apa yang memotivasi issue ini. Namun bisa terlihat jelas ketakutan-ketakutan yang nampak kepermukaan dari muka setiap orang yang mempercayainya. Hingga hal yang paling menyedihkan hati sang pencipta, adalah menggunakan segala cara untuk terbebas dari ketakutan itu sendiri. Padahal, sebenarnya tidak ada yang perlu di takuti dari hari khiamat. mengapa? Karena bila semasa hidup kita bisa menghargai kehidupan ini, kita akan mengerti mengapa kita tidak perlu takut lagi. Orang yang takut adalah orang yang tidak menghargai setiap detik perjalanannya.

Takut untuk mencoba. Takut berbuat. Takut salah dan takut lainnya. Memang bukan perasaan yang menyenangkan. Saya baru saja mengalami kembali rasa takut ini. TAKUT DITOLAK. TAKUT DIBENCI. TAKUT dan TAKUT. OH,GOd! I hate this feeling. Tapi, ada satu yang bisa saya pelajari dari ketakutan ini yaitu kembali belajar menerima diri sendiri dan percaya tidak ada lagi hal yang perlu ditakuti bila kita yakin dalam menjalaninnya. Seberat apapun beban masalah itu, saya bisa atasi karena saya punya TUHAN. Dan saya tidak pernah berjalan sendirian. Sedikitpun tidak pernah. DIA ADA!itulah mengapa semua orang mencintai Dia. KArena Dia yang paling mengerti.

Aku khawatir. Merupakan rasa yang melengkapi rasa takut. Mengapa? KARena saat kita takut, kita menjadi khawatir. Bagaimana dan bagaimana.Ya, saya juga sering mengalami hal ini. Paling simpel, ketika pergi khawatir bagaimana pulangnya. Atau justru khawatir bagaimana perginya. Saya sempat berbincang dengan seorang teman saya, bite. Dia menyatakan bahwa ketika seorang menjadi kaya justru banyak hal yang dikhawatirkan. Khawatir kehilangan segalanya. Dan seorang yang miskin mengkhawatirkan bagaimana bisa makan. Jadi hal khawatir memang pasti dialami oleh banyak orang. Bila tidak ada khawatir, mungkin kita tidak akan mengerti bagaimana menghargai sebutir beras yang akan mengenyangkan perut kita.

Tidak peduli saya siapa dan dia siapa.Rasa khawatir ini pasti ada dan berdampingan dengan rasa takut. Rasa ini, adalah rasa dari bagian rasa-rasa yang tidak menyenangkan lainnya. Yang mengiringi rasa yang menyenangkan lainnya.

Aku lelah. Rasa dimana aku tidak sanggup lagi untuk berjalan. Saya sering mengalami hal ini. Saat lelah melewati rutinitas yang sama terus. Saya jadi teringat, saya pernah membaca sebuah blog seseorang dia menyatakan bahwa dia menyukai rutinitas yang sama terus. KArena dengan begitu tidak perlu khawatir lagi untuk melakukan apa dihari berikutnya.

YA, saya jadi sempat berpikir hal yang sama. Tapi saya menyukai perbedaan. Entah mengapa, walaupun perbedaan itu tetap membuat kebosanan bagi saya, tapi saya menyukainya. KARena menurut saya, ada banyak warna yang bisa saya ciptakan dari perbedaan itu. Memang menyenangkan mengetahui yang pasti, tapi akan sangat menyenangkan bila hal itu menjadi suatu rahasia. Saat hati bergejolak menantikan hari esok, saat yan paling mendebarkan dibandingkan ketika mengetahui siapa yang memenangkan suatu perlombaan.

Aku terus berharap. Berbeda dengan lagu sheila on 7 yang berjudul berhenti berharap. Ya,aku tidak berhenti berharap. Karena rasa ini adalah rasa dimana aku berada pada titik 1 untuk memulai langkah kakiku. Saat menantikan suatu hal baru tercipta. Saat menjawab setiap pertanyaan yang terus mengarungi hariku.

Saya masih berharap dan terus berharap untuk tetap hidup dan melihat kematian sebagai hal yang ternantikan bukan hal yang menakutkan. Tidak peduli kelak aku di terima atau di tolakNYa, hanya peduli bahwa sudahkah aku menghargai orang lain? Berharap untuk terus belajar mencintai orang lain dan arti sebuah kerendahan hati. Hati dimana mau melihat seorang yang lain sama seperti saya apa adanya. Bahwa semua orang memiliki hak yang sama dalam hidupnya untuk dihargai dan dicintai.

Aku rindu. aku terus menantikannya. Ayah, ibu, kakak, sahabat, kekasih. Cinta yang sejati. Merindukan hujan saat panas. Merindukan siang ketika malam tiba. Merindukan panas saat dingin merasuk. Merindukan kering jika banjir terjadi. Merindukan tawa walau hati menangis. Merindukan peluk saat perpisahan terjadi. Merindukan berjalan saat duduk terdiam.  Merindukan lagu klasik saat lagu rock menjadi populer. Merindukan sebuah pelabuhan ketika sedang melangkahkan kaki mencari arah. Aku rindu untuk menjadi seorang aku. Dan rindu untuk menantikan bagaimana aku nantinya. Rindu uluran tangan DIA yang telah menciptakan aku. Rindu bertemu mereka yang tertawa dan menangis bersama. Rindu menantikan nilai dari sebuah kehidupan. RIndu untuk merasakan keberhasilan saat kekalahan tiba. Rindu dan rindu. RIndu….Rasa yang teramat indah. Rasa yang selalu mendampingi rasa cinta ketika bersama dalam keheningan.

Rasa ini, rasanya. Bila rasa ini, adalah rasanya. Tuhan mengerti.^^

§ One Response to RASA INI

  • hobisaya says:

    apa yang kamu alami tidak jauh beda sama yang kualami. cuma kamu lebih mampu memilih kata-kata yang bagus untuk mengungkapkannya lewat goresan pena kamu. Selamat berkarya, salam kenal…..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading RASA INI at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: