AKU DAN HIJAU

17 December 2008 § Leave a comment

Tulisan ini gue ambil dari blog gue di penulis indonesia http://www.penulis-indonesia.com/renz/blog/. Yang gue muat tanggal 25 maret 2008. Udah cukup lama cuma pengen gue publish lagi aja..hehehe ^^

Hijau identik dengan mata duitan. Setiap kali ditanya, “apa warna kesukaan lu?” Dengan lantang selalu gue berkata, “ hijau. ” Gue punya sebuah tas dan jam tangan yang bewarna hijau cukup terang. Setiap kali gue pakai tas itu lengkap dengan jamnya ( sampe rela beli hp yang warnanya kuning kehijauan… ), orang yang ketemu gue langsung bilang, “lu suka warna hijau ya?” Selalu gue jawab dengan lantang, “ suka banget.” Jawaban mereka yang tidak pernah berganti sampai saat ini adalah “ pantesan.” Lalu gue cuman akan tersenyum bahagia.

Well, sebenarnya sejak kapan gue suka warna hijau? Pertanyaan ini sempat dilontarkan oleh tante gue yang kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta. Pastinya gue lupa sejak kapan gue mencintai warna hijau. Kalo ada orang yang mau nanya kenapa? ( sampai sekarang se lum pernah ada yang nanya. Jadi ngarep dikit lah…) Gue punya jawabannya.

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba kepintaran gue melebihi kebodohan gue. Di sela-sela berjuang untuk tidur, gue diperlihatkan ( dalam bayangan doank seh…) dengan sebuah pohon lengkap dengan daunnya. Ternyata memberikan jawaban atas alasan kenapa gue jatuh cinta sama warna hijau. Cuma ada satu alasan, karena hidup gue seperti warna hijau daun dan tergambarkan seperti daun yang ada di setiap batang pohon. Simbiosis mutualisme yang artinya kalo kaga salah saling menguntungkan.

Kesannya gue jahat ya. Secara keliatan hidup gue kayak orang yang munafik alias mencari keuntungan doank. Anyway, gue yakin sejahat-jahatnya gue, tubuh gue masih sama dengan manusia lain, alias tercipta dari debu. Seperti kata dosen gue, “ kesempurnaan hanya milik Allah semata.” Setuju seratus persen sama ibu!! Jadi pastinya, gue masih punya hati nurani manusia dan gue masih baik kow. Ga segitu jahatnya. Kadang-kadang doank. Klo da waktunya gitu maksudnya. ^^

Jadi gini ( gaya Marvin ditelpon setiap kali mau cerita ke gue…) gue itu manusia lemah yang terkadang bisa mengering namun bisa menghijau sekali. Maksudnya, terkadang gue menjadi manusia yang nyebelin alias kering alias ga jelas mungkin sama dengan manusia aneh. Tapi cukup bersyukur, waktu gue menghijau gue terlihat bersinar seperti daun yang baru tumbuh diantara sinar matahari dan padang rerumputan yang luas. Gue bisa bikin sekitar gue tersenyum bahkan tertawa saking mengira koq gue bodoh juga ya ternyata. Dilanjutkan dengan ledekan yang selalu gue dengar sejak SMA, “ Ren, jangan duduk. Berdiri dunk.” Padahal gue lagi berdiri setiap kali mereka tertawa dan ledekin gue sampe ga pernah puas.

Hijau itu menggambarkan kedamaian. Gue jadi inget, waktu hari minggu malem, gue ke artha. Di situ ada acara greenpeace gitu, ada Ten2Five low, begitu liat spanduk besar ada hijau di sekitarnya mata gue yang tadinya setengah pengen tidur langsung melek. Gue seperti terbius oleh warna hijau. Segitunya gue mencintai hijau daripada warna lain.

Temen antiokhia gue, namanya Yola, dulu dia suka sama cowo namanya ijo. Bukan nama aslinya tapi julukan. Karena sama kayak gue, dia suka sama warna hijau. Waktu gue tau dia suka warna hijau, gue ngerasa dia parah juga ya suka sama ijo sampe segitunya. Karma memang selalu ada. Nyatanya sekarang gue tergila-gila sama hijau sampe-sampe liat hijau disekitar gue aja udah kayak liat duit banyak.

Back to topic, gue dan hijau, aku dan hijau. Buat gue hijau bagaikan sahabat. Kalo orang ditanya, “ pengennya jadi apa? ” Kebanyakan orang pasti menjawab, “ pohon.” Alasan mereka tidak jauh berbeda. Katanya, “ pohon itu kuat, gue pengen sekuat pohon, walaupun ditiup angin kencang dia tetap bertahan.” Sempet gue berpikir kalo jawaban itu bener apa adanya.

Tapi menurut gue, hidup gue udah jadi bagian dari pohon. Karena gue adalah daun. Setiap kali angin bertiup kencang, gue selalu berpegangan erat, berharap batang pohon itu ga ngelepasin gue dan biarin gue terbawa angin. Buat gue, pohon itu adalah keluarga, temen dan Tuhan Yesus yang gue punya. Karena sampai sekarang, kalo gue ga punya mereka semua, gue tidak yakin gue bakal bisa hidup sampai sekarang. Mungkin gue udah terbang kebawa angin yang entah kemana dan gue bakal kehilangan satu-satunya kehidupan yang gue punya.

Jadi, setiap kali gue liat hijau, gue melihat diri gue ada di dalam warna itu. Mungkinkah gue dan hijau itu ditakdirkan bersatu? Atau dulu sebelum gue lahir, gue adalah warna hijau?

Gue punya sebuah rahasia tentang warna hijau. Kenapa dia memancarkan ketenangan dan kedamaian? Ketika dia memancarkan keindahannya, dia selalu berbicara kepada kita. Dia ingin kita memperhatikan dia, supaya dia bisa terus memancarkan keindahannya. Dia punya sebuah harapan, supaya setiap yang melihat dia bisa merasakan kebahagiaan dan keceriaan di dalam hidupnya. Dia berjuang agar terus memancarkan warnanya. Dia tidak pernah berhenti berjuang untuk hidup. Dalam perjuangan hidupnya, dia selalu bernyanyi. Dan dia selalu ditemani oleh warna-warna lainnya.

Hijau buat gue adalah senyuman. Setiap kali gue sedih, gue selalu melihat sekitar gue. Kalo kebetulan ada warna hijau di dekat gue, kesedihan gue selalu tergantikan dengan senyuman. Gue merasakan kebahagiaan sesungguhnya. ( Lebai se…hehehehe)

Semua itu hanyalah pendapat gue dan kecintaan gue akan warna hijau. Jadi buat penyuka warna lain selain hijau, setiap warna itu punya arti sendiri. Dan setiap artinya pasti indah. So, ungkapkanlah diri lu melalui warna ya. ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading AKU DAN HIJAU at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: