MAU CERITA

19 March 2009 § Leave a comment

Kuis iseng-iseng berhadiah sering diikuti oleh banyak orang yang mengidamkan memenangkan sebuah mobil atau uang tunai ratusan juta. Siapa sih yang ga mau kaya mendadak? Tapi dari semua itu ga semua orang bisa memiliki keberuntungan yang sama. Sebut saja, si A menang mulu dalam setiap kuis tapi si B selalu kalah. Yang membedakan A dan B adalah hokinya. Bisa dibilang hoki bisa juga ga. Sebenarnya apa seh hoki atau keberuntungan itu? Percaya ga sama orang yang mengaku bisa memberikan keberuntungan?

Sejauh kaki gue melangkah, gue cuma bisa bilang no comment sama yang namanya keberuntungan. Karena menurut gue hoki itu cuma bisa di dapet kalau kita percaya. Kalau ga percaya sampe gila ga bakal dapet. Walaupun percaya aja belum tentu dapet. Dari dulu gue mengimpikan keberuntungan gue punya banyak uang, bisa nerbitin buku, menang duit jutaan rupiah, beberapa dalam proses sisanya cuma mimpi. Kenapa bisa bilang gitu? Karena apa lah artinya keberuntungan tanpa usaha.

Jadi sama aja keberuntungan adalah nol bila tanpa usaha. Ya, memang kurang lebih begitu. sama doa tanpa harapan adalah kosong atau nilai A tanpa belajar. Tapi balik lagi semuanya itu ga bisa deh di jalanin kalau cuma ngarep sama diri sendiri. Ibaratnya diri kita 70  persen itu adalah campur tangan sang pencipta sisanya adalah usaha kita dalam menjalaninya. Kenapa geu bisa berani bilang gitu? Ga mau munafik dan sombong cuma mau cerita, dari beberapa orang yang bersaksi  80 persen mengaku dulu hidupnya berjalan sendiri. Mereka mengaku ketika berjalan sendiri hidup mereka itu bener-bener ngandalin kekuatan diri sendiri. Makanya merek mulai jadi orang sombong dengan dirinya. Gara-gara sok ganteng nyoba pacarin banyak cewek, sok anak band malah ngobat, sok pinter tapi malah nyontek.semua ngandalin kemampuannya sendiri. Dan semuanya malah menyusahkan diri sendiri

Dan setelah mereka sadar, bahwa perbuatan tanpa disertai cinta dari Sang pencipta adalah nol, hidup mereka berbalik arah. Yang tadinya di luar jalur mulai masuk kedalam jalur, biar ga celaka gitu ceritanya. Mereka menyadari bahwa hidup itu adalah indah ketika kita mau menjalani hidup itu dengan Dia. Siapa DIa? ya ada yang menyebutnya Tuhan, Gusti, Bapa, dan sapapun sebutannya Dia adalah sang pencipta kita.

hmm, mulai menarik de kalau nulis ini. Bukan mau munafik,tapi cuma mau berbagi. Dulu sampe sekarang hidup gue naik turun ibaratnya kalau kata orang  mah kayak naik rollercoaster. Tapi kalau di jaman gue sekarang kayak naik tornado. Diguncang-guncang dan persiapan mati makin gede. Kenapa? Ya hidup itu terkadang munafik terkadang baik, tapi semua bisa dijalanin dengan sukacita bila menyadari kalau hidup sendirian tanpa seorang sapapun termasuk Tuhan adalah kematian abadi. Tapi ketika hidup bersama Tuhan, mau mikul apapun terasa ringan. Balik lagi nanya kenapa? cuma satu karena janji abadi. Dia berjanji pada siapapun yang mau mikul salibnya tidak akan pernah ngerasain berat.

Jadi menurut gue, siapapun lu, darimanapun lu, masalah yang lu hadapi adalah ringan dan jalanin aj. Jangan takut, percaya. Tuhan ada. Dia ada. semoga bisa berguna…selamat menikmati hidup.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading MAU CERITA at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: