PETUALANGAN FOTO

1 April 2009 § Leave a comment

Selalu ngomongin tentang hidup. Ya, itulah si hijau. Kemaren si hijau berfoto ria bersama teman-temannya. Ketika berfoto, ada satu hal yang terpikir oleh si hijau. Tentang gambaran hidup kita. Ibaratnya, seorang fotografer akan berfoto berkali-kali untuk memperoleh banyak hasil tapi dari banyak hasil itu hanya satu foto yang bisa menjadi bagus.

Dalam perjalanan hidup kita, ada sebuah moment yang bakal kita lalui. Moment yang sekecil apapun akan teringat sampai kapanpun. Sebuah kata mutiara menurut film kungfu panda, yesterday is history, tommorow is present and today is gift. Okay, bener yang namanya yesterday is history, tapi bukan berarti sejarah itu di lupain atau diapus gitu aja atau malah di bikin beban. Yang pasti yang namanya history adalah kenangan yang bisa membuat kita makin maju meskipun tidak disadari oleh kita.

Saat si hijau berfoto, dari seluruh hasil foto, hanya beberapa  foto saja yang menurut si hijau bagus. Tapi bukan berarti foto yang lain tidak bagus. Foto yang tidak termasuk pilihan si hijau merupakan moment yang ingin si hijau ingat. Sama dengan hidup dari seluruh kejadian, memang hanya beberapa keajdian yang indah, tapi bukan berarti kejadian yang jelek dilupain gitu aja. Ingat, kejadian yang buruk itu bisa menjadi pegangan kita untuk maju. Untuk kita ingat bahwa ktia tidak boleh melakukan hal yang salah dua kali dan bikin kita untuk menjadi seorang yang kuat.

Ya, ngomongin kekuatan tidak mudah untuk menjadi seorang yang kuat. Membalikkan telapak tangan itu mudah sekali bukan? Sama seperti halnya bicara yang semudah membalikkan telapak tangan. Tapi bicara tidak membuat kita kuat. Yang membuat kita kuat adalah tindakan kita. Mario teguh bilang hati dan pikiran tanpa perbuatan adalah percuma. Tetapi ketika kita berbuat dengan hati dan pikiran akan menjadi mudah. Memang ga gampang untuk berbuat sesuatu. Apalagi apa yang kita bicarakan kita lakukan. Tetapi semuanya bisa kow kita lakukan. Karena kita punya kenangan, moment yang akan menjadi buku pelajaran dalam hidup kita.

Hari ini berbuat salah, supaya ga salah, buka lagi moment-moment yang pernah kita lakukan. Lalu cari tau kenapa sih kita bisa sampe salah?Dan malu dunk kalau udah tau salah ngulang berkali-kali. Ibaratnya, ulangan udah dapet jelek tapi tetep ga pernah belajar malah ngarep jadi biru. Ga mungkin kan? ya yang pasti, tidak ada yang sempurna dengan hidup ini. Si hijau pun tidak sempurna.

Hanya saja, kita sebagai manusia bisalah memberikan batasan untuk diri kita sendiri. Ibaratnya, kita tau di depan kita jurang ya janganlah kita jalanin terus. Berhenti, cari tau jalan lain mana yang bisa kita laluin untuk ngelewatin jurang itu. Diam dan renungkan lalu refleksikan dalam kehidupan kita.

Nah,ngomongin soal foto ada satu hal lagi yang pengen si hijau bicarakan. Tau dunk tentang paparazi? Setiap kali seorang paparazi memotret seseorang pasti akan timbul kecurigian. ya sering lah kita nonton infoteiment,seorang artis cewe jalan sama seorang lelaki dicurigai pacaran.

Itulah naluri manusia untuk curiga. Tapi kenapa sih kita harus hidup dalam kecurigaan?

Dalam suatu ilmu hukum ada tentang asas pra duga tak bersalah. Kalau secara pribadi, si hijau mengartikan asas praduga tak bersalah sebagai sesuatu yang dituduhkan kepada orang lain hanya berdasarkan asumsi semata. Dimana tuduhan itu hanya beralasan karena “ pikiran jahat” alias sebatas curiga atau kalau kata sinetron asas “curigation”.

Ya, manusia memiliki kelemahan. Dan hampir 80% orang di dunia ini, pernah melakukan asas ini. Dimana kita curiga pada orang yang belum maupun yang sudah kita kenal. Sifat ini bisa muncul karena kita pernah dibohongi oleh orang lain atau karena pengetahuan yang dangkal tentang seseorang. Akibatnya kita sering bicara tanpa berpikir.

Nah, untuk bisa menghindari hal ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan.

  1. Pikir baik-baik. Jika timbul pikiran jahat, lebih baik simpan dalam hati. Kemudian lakukan penyelidikan. Apakah benar atau tidak? Dan kalau memang ternyata tidak terbukti, kubur perasaan itu.
  2. Diam. Silent is gold. Kalau memang timbul kecurigaan diam aja. Dan kembali lakukan penyelidikan sebisa mungkin. Semua manusia punya kesalahan. Nobody perfect’s. Jadi, kalau memang terbukti berusahalah menerimanya.
  3. Berdoa. Doa kita memang tidak secepat membalikkan telapak tangan. Tetapi ketika kita berdoa kita bisa merasakan perasaan tenang dan dari ketenangan itu, pikiran kita bisa terbuka. Bahwa kalau curiga kita benar, berarti kita harus siap menerima. Kalau salah, say’s forgive to yourself.

si Hijau yakin, dari kecil kita diajarkan untuk ga maen hakim sendiri. Seorang cowok ketauan jalan berdua sama cewek lain, kemudian langsung di tuduh selingkuh. Atau seorang teman hanya ingin melihat pekerjaan kita, lalu timbul curiga bakal di” copy paste”. Ya, kejadian itu mungkin 50-50 alias fifty-fifty. Mungkin benar, mungkin salah. Tapi ga bisa kan tiap ada kejadian apa kita maen hakim sendiri?

Itu hal yang negatifnya. Bisa juga curigation ini berujung pada pikiran yang positif. Misalnya seorang cewek jalan sama cowo yang sama-sama single. Ya bisa aja memang lagi dideketin. Ga ada salahnya kalau kita mendukung merekakan?

Ya balik lagi. Terkadang sadar atau tidak sadar kita sering melakukan “curigation” ini. Sifat ini ga sepenuhnya bisa dihilangkan semudah menghapus pensil diatas kertas. Tapi kita bisa merubah jalan pikiran kita dengan cara, lebih baik berpikir dulu sebelum bicara. Karena seringkali kita banyak bicara daripada mikir.

Ya, ini sering si hijau lakukan. Tapi makin lama si hijau makin tersadarkan, kalau cara untuk berpikir sebelum bicara adalah hal yang baik untuk dilakukan. Kecuali kalau suasana sedang becanda, ya going the flow aja de..hehe

Hmm, dua hari ini si hijau membicarakan ini kepada temannya. Seorang wartawan investigasi, dibentuk pikirannya untuk menjadi curigaan atau negative thinkking supaya ketauan deh apa yang di investigasi itu. Memang untuk alasan tertentu dibutuhkan curiga kepada seseorang. Tapi haruslah kembali liat lagi kadarnya. Apakah tetap pada kadar yang bagus atau ga. Ibaratnya, beralasan atau ga?

ya, pada intinya, semua kembali dan kembali pada diri sendiri. Potret kehidupan ga melulu masa lalu tetapi adalah hasil yang ditimbulkan alias kecurigaan. Sekarang semua kembali kepada kita. We’re a freedom people. kita bisa menyaring apa yang baik dan bagus buat kita. Caranya? Renungkan dan refleksikan dalam kehidupan kita apa yang dirasakan salah dalam hidup kita..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading PETUALANGAN FOTO at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: