LIKA LIKU

7 April 2009 § Leave a comment

Hampir sebagian orang di dunia ini pernah maen yang namanya puzzle. Ada berbagai bentuk puzzle di dunia ini. Ada yang besar maupun ada yang ukuran kecil. Ada berbagai gambar juga dalam setiap puzzle. Dari power ranger sampai micky mouse juga ada. Pernah maen maze green alias puzzle rasaksa yang terbentuk dari rumput yang dihias ga? Atau kalau di indonesia, maen ke dufan, terus masuk ke satu rumah bernama rumah kaca.

Permainan puzzle itu sangat menyenangkan. Secara itu memicu emosi kita untuk bersabar dan tetap tenang dalam mengerjakan puzzle itu. Kalau kemaren, belum lama, si hijau pergi ke puncak untuk acara kepemimpinan, ada dua permainan yang berhubungan dengan puzzle. Pada permainan pertama, dibagi kedalam beberapa kelompok,dan masing-masing kelompok diberikan puzzle yang jumlahnya sama tetapi beda gambar. Nah setiap puzzle itu, tidak lengkap. makanya kita disuruh mencari ke kelompok lain, tanpa bersuara. Kebayangkan, tiap hari hidup kita bersuara, tapi kali ini kita harus barter atau bertukaran dengan kelompok lain tanpa bersuara. Susah-susah gampang. Anyway, inti permainan ini adalah kekeluargaan. Bahwa di dalam satu komunitas, terdapat perbedaan. Tetapi dari perbedaan karakter itu kita saling melengkapi satu sama lain.

Permainan kedua tidak jauh berbeda dari permainan pertama. Tetapi di puzzle yang kedua ini, semua kelompok harus menyatukan kepingan puzzle yang dimilikinya menjadi satu kesatuan gambar yang besar. Sungguh menyenangkan. Inti dari permainan ini tidak jauh berbeda dari inti permainan puzzle pertama.

OKey, itu permainan yang kecil. Ada banyak makna dari permainan puzzle yang kecil. Kita tinggal menyatukan kepingan puzzle menjadi satu kesatuan. Kalau dalm kehidupan, puzzle kita adalah keluarga, teman, dan orang-orang yang akan kita jumpai setiap harinya. Sehingga dari perbedaan itu, kita akan menemukan apa sih arti cinta di dalamnya.

Sama seperti bangsa Indonesia, terdiri dari banyak jenis suku dan ras,tetapi selalu bersatu. Benarkah? Mengingat kembali semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu juga. Namun, yang membuat si hijau bingung, kenapa sering kali justru orang tua yang membuat perbedaan. Ya misalnya, pesan orang tua, jangan pacaran sama si a yang berbeda ras sama kita, atau jangan pacaran sama si b soalnya si b bukan keturunan nenek moyang kita. Hmm, rasanya kita ingin bersatu dengan berbagai suku, tetapi karena pesan ini, malah kita tidak mau bersatu. sedihnya. Anyway, it just what green feel. Not at all. Cuman sekedar perasaan.

By the way, yang mau di bahas si hijau bukan hal itu. Tetapi balik lagi ke kehidupan nyata. Pernah liat permainan Mouse Maze kalau ga salah namanya? Atau ya balik lagi kalau di indonesia namany rumah kaca. Permainan dimana kita harus melewati banyak tembok hingga akhirnya menemukan jalan keluar. KAlau dalam buku Harry potter yang the goblet of fire, harry memainkan ini. Ingatkan?

Hmm, terpikirkan oleh si hijau, terkadang sadar tidak sadar, kita berjalan seperti melalui mouse maze. HAnya saja tidak tersadari secara langsung. Ibaratnya, kita mau ke kantin, tapi kita muter-muter dulu hingga sampe ke kantin. PAdahal ada jalan pintas. Itu gampangnya kalau kita udah tau jalannya. Tapi seringkali dalam hidup kita, arah kaki kita melangkah, tidak selalu kita tau. Ya, kecuali kalau udah punya tujuan mau pergi ke suatu tempat mana gitu, lain soal.hehe.

YA, balik lagi ke reality. KAki kita melangkah mengikuti hati kita, tetapi terkadang kita kehilangan arah. Hingga akhirnya kita harus terjatuh dan terpenjara di satu bagian. Sebut saja itu adalah masalah hidup kita. Keputusaaan hingga mencapai ketakutan. Temen gue kemaren sempet bilang begini, kalau lagi bete jangan tunjukin kalau kita lagi bete, karena sama aja kita menyebarkan kebetean sama orang lain. Ya, sama seperti masalah hidup kita. Lika-liku hidup kita tidak selalu di atas dan tidak selalu di bawah.

Tetapi, bukan berarti kita harus diam dalam lika liku kita sendiri bukan? Sekarang coba bayangkan, kita sedang berada di dalam Mouse MAze itu atau rumah kaca. Ada satu tujuan yang ingin kita cari dan temukan. Anggap saja tujuan itu adalah pemandangan terindah dalam seumur hidupkita. Tetapi untuk melaluinya tidak mudah. Kita harus berusaha melewati jebakan demi jebakan. Hingga akhirnya kita sempat terjatuh beberapa kali. Tapi apakah kita ingin terus berada di dalam mouse maze atau rumah kaca itu? atau kita mau berjuang untuk mencari jalan keluarnya?

Ya, sama seperti hidup kita kan? Tujuan itu adalah mimpi kita, impian kita. Dimana kita mencita-citakan akan menjadi seseorang di dalam dunia ini. Ingin orang memandang kita dengan apa yang kita lakukan. Membanggakan keluarga kita.MEncari siapa diri kita di dalam dunia ini. Tetapi untuk sampai tujuan itu banyak jabakan yang harus kita hadapi. Kita jatuh lalu seringkali kita terlalu berpikir bahwa kita lemah. sehingga, kita malas berdiri. Atau kita sombong karena sudah merasa melihat cahaya yang kita pikir adalah jalan keluar malah justru membuat kita terperangkap dalam keirihatian. Seringkali juga kita terlalu lelah sehingga takut untuk melangkah.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Tetapi bukan berarti kita harus diam dan berhentikan? YA,inilah yang selalu ada dipikiran si hijau. Dosen si hijau bilang, hampir semua agama melarang untuk melakukan aborsi. Berarti sama juga hampir semua agama mengajak kita untuk berjuang dan tidak berputus asa bukan? itu adalah hal yang baik dan harus kita lakukan sesuai ajaran agama bukan?

Renungan yang si hijau baca hari ini, bercerita tentang Tuhan Yesus. Pernah nonton Passion of the Christ? Kisah Tuhan Yesus di salib. Sebelum di salib, Dia berdoa di taman Getsemani. Dia tau kalau dia akan disalibkan.Tetapi Dia tetap menghadapinya. Dia tidak lari bukan? BErapa kali Dia dipermalukan, dicambuk? Berapa kali Dia terjatuh? Tetapi apakah Dia marah, mengeluh atau lari? TIDAK!

So, si hijau ingin mengajak teman-teman, apapun agamanya, pasti mengajarkan bahwa hidup itu tidak mudah. Banyak lika liku yang harus kita lalui. Dan seringkali mungkin mengalami ketersesatan pada satu jalan. Tetapi bukan berarti kita harus berhenti dan tidak berjuang lagi. ITU SALAH BESAR! Kita harus tetap bersyukur. Kita harus tetap berjalan dan percayalah kita bisa melaluinya. Lari dari masalah tidak akan membuat kita tertawa bebas. Tetapi melalui masalah kita akan mengerti arti kebahagiaan sesunggunya.

Maybe i don’t have a much money, but i know i have a one LOVE which is GOd give’s me.

So,don’t ever think whatever you don’t have but always say thanks for everything you have. God BLess YOU Forever. ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading LIKA LIKU at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: