MR.MIKE

16 June 2009 § Leave a comment

Siapakah Mr.Mike? Ini sebutan angkot biru yang dulu sering gue denger dari temen gue. Dan apa yang terjadi di dalam angkot? Sedikit menggelitik yaitu perbincangan antara penumpang yang duduk di depan sebelah supirnya.

Obrolan mereka cukup seru. Terutama apa yang dibicarakan oleh si Bapak penumpang. Dia menceritakan kehidupannya. Dari ya, masalah gaji yang ga seberapa sampe tentang kebahagiaan. Saya mendengar dia berkata begini,” sekarang mah, saya liat anak saya bahagia, ga ada ribut-ribut kayak di tv udah bikin saya seneng banget. ” Terus dia sempet juga bilang begini, ” saya mah disini numpang ma orang, tidur di sofa butut. Yang penting saya tidur tenang daripada saya tidur di kasur mewah tapi ga tenang.” dan dia bilang begini ” buat apa ngarepin harta orang tua, mening kalau orang tua pasti ngasih hartanya. Kalau dia kayak terus dia sumbangin ke panti asuhan gimana? Ga bisa ngarepin dari harta orang tua meskipun dia kaya.”

Okey, ada 3 hal yang bisa saya ambil dari perkataan Bapak ini. Pertama, kebahagiaan orang tua. Kedua, kebahagiaan tanpa memiliki banyak uang.Ketiga, kebahagiaan dari diri sendiri.

Pertama,kebahagiaan orang tua. Bapak ini punya anak. Dan dia cuma berharap anaknya hidup rukun-rukun t, ga ada “masalah”. Kalau dari yang saya liat, beberapa keluarga selalu ada masalah. Dalam arti, antar saudara berantem dengan berbagai hal. Dulu ketika ada keluarga berantem rasanya seperti aib. MAsa sesama keluarga berantem. Sekarang, liat fenomena ini. Di media terutama TV sudah menanamkan suatu gambaran tentang keluarga yang berkelahi, ayah bunuh anak, menantu jahatin mertua, sodara rebutan harta sama kakak ipar. Okeu, ini fenomena yang terlihat ke permukaan dengan sangat jelas.

Permasalahannya, kalau sesama keluarga aja rebutan harta, bagaimana kita bisa berbagi dengan orang lain? Kalau sesama keluarga aja kita ga mau saling bantu, gimana kita bisa bantu orang lain? Dan media bisa dengan mudah mempengaruhi kita untuk berbuat jahat. Sekarang pertanyaannya, bisakah semua orang me-filter setiap tayangan? Okey buat kita mungkin bisa, bagaimana dengan mereka yang hidup dari apa yang dilihat dan di dengar?

Saya agak tersentuh dengan harapan Bapak ini. Si Bapak, adalah orang tua. Yang dia mau adalah agar anak-anaknya bahagia. Dan sekarang saya sadar. Itulah yang di inginkan oleh para orang tua. Ya, mungkin memang mereka terkadang menyebalkan. Tapi sebenarnya mereka selalau inginkan kebahagiaan buat kita seperti si bapak ini. Jadi, kalau ada yang mempengaruhi kita untuk membenci Orang tua kita, ayo mulai dari sekarang lakukan pe-filteran. Kita ga bisa cuma diam dan mencaci tayangan yang ” jelek” tapi kita perlu membuat sesuatu. Intinya, kalau kita yang bisa bikin film, buatlah film yang mendidik. Dimana ga semua orang tua itu “jahat” mereka hanya ingin terbaik buat kita.

Kedua, saya mempelajari tentang kesederhanaan. hari ini, entah kenapa tiba-tiba pikiran saya yang terkadang ” bermimpi jadi kaya” seperti ditampar sama perkataan bapak ini. Dan saya bersyukur banget kalau hari ini saya bisa naek kendaraan umum. Karena Kaya itu hanya kebahagiaan sesaat. Okey, gue punya mobil mewah, gue bisa beli apapun. Tapi kita ga bisa beli KEBAHAGIAAN. Dari pembicaraan itu, saya cukup bisa melihat kebahagiaan bapak yang mungkin hidup pas-pasan. Dan intinya adalah BERSYUKUR! bukan karena pa yang tidak kita miliki tetapi karena apa yang kita miliki. Kaya itu sementara, tapi bahagia itu selamanya. Uang bisa dicari, kebahagiaan ga bisa dibeli.

KEtiga,ini adalah harapan si BAPAk untuk anaknya, yaitu supaya anaknay mencari kebahagiaannya sendiri. INtinya, si Bapak hanya ingin anak-anaknya bermimpi dan gapailah itu, jangan cuma mengandalkan kekayaannya. Okey, maksudnya begini. Kita mungkin dari keluarga kaya, mapan, punya apapun, tapi ga bisa selamanya kita mengandalkan harta keluarga. Makanya kita diijinin dan diberi kesempatan untuk sekolah, kuliah. Supaya kita bisa menghasilkan sesuatu. Ga cuman dapet duit tapi dapat kebahagiaan dari mimpi kita.

Ya, saat ini mungkin terasa berat, susah banget. Tanyalah sama Yesus, Dia jawaban kita. Kalau kita sekarang bilang ga mungkin patahkan kata-kata itu. Kayak seminar ” yes, I can” aja…hehehe.( ga ikut seh tapi mendengar dari yang ikut) hehehe…Nah, pastinya ktia bisa, karena mau. Bisa karena biasa ( kutip dari al**ir..akhirnyakan gue tulis kan^^). Ya, biasakan untuk berjuang,kita pasti bisa. Biasakan untuk menemukan kebahagiaan, kita pasti bahagia…^^

PS: coba de buat yang ga suka naek kendaraan umum, sekali-sekali naek. Ga usah takut. Dulu gue juga takut banget. Bisa tanya sama temen2 geu, gara-gara trauma gitu. Nah sekarang gue bersyukur karena geu bisa naek kendaraan umum. Secara gue ketemu orang-orang yang berjuang dengan luar biasa. Percaya de. Ada hal aneh, tapi itu luar biasa. Pasti. Kalau takut di rampok, ketok meja 3x buang jauh2, bacain doa…munjur…^^ jadi, ayo coba naek kendaraan umum sekali2,walaupun kadang2 panas gila gt, bisa menyelamatkan bumi( promosi gitu deh sekalian..hihihi…)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading MR.MIKE at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: