TERKADANG

20 June 2009 § Leave a comment

Terkadang tidak bisa ngerti sama ” ketakutan”, kenapa dia terus menghantui?

Terkadang tidak bisa ngerti sama ” kekhawatiran”, kenapa di terus mengejar?

Terkadang tidak bisa ngerti sama ” kebencian”, kenapa dia membuat susah tersenyum?

Terkadang tidak bisa ngerti sama ” kesalahan, kenapa dianggap memalukan?

Ga ngerti bukan berarti ga belajar. Ga belajar bukan berarti ga ngerti.

Ya, memang ini adalah perasaan yang wajar menurut si hijau. Kalau orang sering bilang “Beauty is pain”, tapi menurutnya ” Love is a painfulnest.” ( kalau salah grammarnya maklum ya…^^) Jadi mencintai jauh lebih sakit daripada menjadi cantik.

Cantik itu adalah ketakutan karena merasa bukan apa-apa. Sehingga sering kali menjadi topeng bahkan menjadi kesombongan.

Cantik seperti kekhawatiran untuk tidak mendapatkan apa yang diingkan, sehingga sering kali menyakiti demi mendapatkannya.

Cantik itu menjadi kebencian karena memaksa untuk menjadi yang terindah.

Tapi cantik itu bukan kesalahan.

Tetapi,

hidup itu jauh lebih menakutkan ketika mengetahui apa yang dihasilkan bukan apa-apa.

Hidup itu jauh lebih mengkhawatirkan karena waktu terus berjalan.

Hidup itu menciptakan kebencian saat yang dimiliki tidak sebanding dengan yang diberi.

Namun, hidup itu bukan kesalahan. Hanya saja mencintainya jauh lebih menyakitkan dari pada kecantikan.

Apa sih maksudnya? Bersyukur karena bisa menjadi cantik selama hidup. Cantik dalam arti bisa merasakan warna-warni kehidupan. Karena semua manusia memiliki hati yang cantik ketika dia bisa menikmati hidupnya. Hidup bukan ilusi yang butuh di takutkan ataupun dikhawatirkan atau disalahkan maupun di benci. Tetapi HIDUP adalah untuk DINIKMATI. Karena bisa menciptkan cinta. Dan cinta bisa menjadikan cantik.

Terkadang memang tidak dimengerti.Namun permasalahannya bukan tidak dimengerti tetapi tidak mau mengerti karena begitu menyakitkan.

Terkadang tidak dapat menampung asa. Namun tangis selalu menjadi tawa ketika melihat bahwa yang menyakitkan itulah yang membuat hidup. Terkadang penuh pertanyaan. Tetapi jawabannya adalah kebodohan karena terlalu menganalisa apa yang akan terjadi bila tidak sesuai harapan dan bila sudah terjadi terus bertanya “mengapa.”

Tuhan tidak pernah tidur, tetapi Tuhan pernah menangis karena manusia ciptaanNya sering melukai hatiNYa, namun Ia tetap mencintai. So, there is the LOVE…

PS: cuma celoteh aneh di siang hari…^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading TERKADANG at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: