POTRET

7 July 2009 § Leave a comment

Kenapa ya selalu inginya ngomongin hidup? Apa mungkin karena begitu enaknya diomongin? Secara ngomongin hidup itu, terkadang terlihat seperti teori yang sedang diajarkan di dalam kelas. Istilahnya, percuma jalanin hidup yang penuh teori tapi ga pernah praktek.Yang ada, udah jatuh, tambah jatuh. Udah males makin malas. Sadisnya hidup, bikin hidup makin penuh misteri. Terkadang menyenangkan sekali,melihat dan berpikir. Terkadang ingin mengerjakan namun sulit, ketika sudah dikerjakan terasa melelahkan. Berteriak sekuat tenaga dan menangis sejadi-jadinya. Seakan tidak merubah keadaan yang sudah jelas ada.

Potret. Tergambar dalam selembar kertas tentang sebuah objek. Terkadang ia menitikkan air mata. Terkadang ia tersenyum. Seringkali ia berbohong. Seringkali ia diam saja. Seringkali ia tidak mengerti. Terkadang terlihat menyakitkan. Tapi terkadang terlihat membahagiakan. Terkadang sangat menipu. Tapi seringkali dia selalu menjadi nyata. Sebuah potret kehidupan yang penuh misteri tapi menyimpan kenangan.

Hari ini aku tau aku harus berbuat apa, tetapi esok akan menjadi seribu pertanyaan. Pilihan untuk tetap tertawa atau menangis seakan terhubung dalam satu benang. Ketika berharap banyak, justru kecewa yang diperoleh. Ketika tidak terlalu berharap, malah mendapatkan kebahagiaan.

Potret yang tidak bisa menyembunyikan kenyataan. Bahwa aku seorang yang tidak sempurna. Bahwa aku sering berpura-pura. Bahwa aku ingin terbang tinggi. Bahwa aku ingin kenikmatan. Bahwa aku tidak pernah puas. Bahwa itu semua hanyalah harapan sia-sia. Bahwa itu hanyalah sedetik waktu berlalu. Bahwa yang abadi adalah hidup yang melihat kenyataan. Bahwa yang nyata adalah yang tidak tertutup dengan topeng Potret dimana menujukkan dimana aku sesungguhnya. Sedang apa aku disana dan hendak apa yang akan aku lakukan ketika waktu tak bisa terulang lagi. Bisakah aku tetap menerimanya? Atau aku justru hanya membencinya?

Pilihan sulit bisa saja mudah asalkan aku yakini dan percaya. Kuncinya sulit ditemukan ketika asap keputusasan tercium kepermukaan. Ingin diam tapi tetap ingin berjuang. Ingin tersenyum namun tetap mengeluarkan air mata.

Sampai kapan? Sampai memutih rambutku, aku akan tetap berjalan dan melihat terus potret kehidupan itu. Sampai pada akhirnya aku tertawa bahagia karena bisa hidup di dunia. Sampai saatnya aku menyadari arti kesetiaan yang sesungguhnya. Sampai aku berada di tempatNya. Sampai akhir perjalanan hidupku.

Tidak mudah. Memang. Lebih mudah untuk berbicara daripada berbuat. Lebih mudah berharap dari pada berserah. Lebih mudah untuk diam dari pada bergerak. Lebih mudah mengatakan ya daripada tidak. Lebih mudah terserah daripada memilih. Lebih mudah menangis daripada berbahagia. Lebih mudah mengeluh daripada bersyukur. Semua kemudahan dan kesulitan itu adalah sebuah potret nyata bahwa cinta sesungguhnya ada di sekitar kita. Semua diam dan perjalanan adalah bukti potret bahwa selama aku hidup aku tidak sendiri. Semua pemberian dan menerima adalah jalan untuk lebih lagi mengenal KASIHNYA ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading POTRET at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: