UNTUK RUMAH KITA

17 July 2009 § Leave a comment

Kota kelahiran, tanah air beta.
kota kepulauan, dari sabang hingga marauke.
Kota perjuangan, tumpah darah demi merdeka.

Satu waktu, lahirlah sebuah rumah yang dihuni puluhan juta anak manusia.
Di dalamnya, tinggal berbagai macam jenis adat istiadat yang tidaklah sama.
Berpegang pada satu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Bercakap berlain melodi.
Berjalan tak gentar, berjuang untuk tetap berdiri sebagai sebuah rumah.

Rumah yang terjauh dari kasat mata, namun hidup bersuara.
Rumah yang di incar, namun tetap bertahan
Rumah dengan bendera merah putih, yang tak kenal takut.

Walaupun rumput tetangga lebih hijau, bukankah lebih baik rumah sendiri?
Walaupun rumput tetangga lebih terang, bukankah lebih baik rumah sendiri?

Untuk rumah kita,bila inginkan kedamaian, ciptakanlah!
Untuk rumah kita, bila inginkan sayang, lakukanlah!
Untuk rumah kita, bila ingin keadilan, mengakulah!
Untuk rumah kita, bila ingin bangkit, berdirilah!

Daripada saling menghakimi, lebih baik berkaca.
Daripada saling mengencam, lebih baik berobat.
Daripada saling berlari, lebih baik bersatu!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading UNTUK RUMAH KITA at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: