DENGAR DAN KUTIP

5 November 2009 § Leave a comment

1. ” Iman tanpa pengetahuan sama dengan fanatisme”

Ya, kata-kata ini sama juga seperti cinta tanpa perbuatan sama dengan BOHONG! atau IMAN TANPA PERBUATAN SAMA DENGAN MATI! Tapi ini lah yang terjadi sama manusia saat ini.

Seperti, ga usah jauh-jauh, orang tua di rumah, terkadang mereka berkata sayang tapi tidak sesuai perbuatan hingga akhirnya mereka melukai kita atau sebaliknya terkadang kita bilang sayang tapi masih aja memperlakukan orang tua dengan tidak baik.

Nah, hal ini menurut gue terkait dengan renungan hari ini EGP ( Emang Gue Pikirin ). Kenapa terkait? KArena itu lah yang sering terjadi sama ANAK MUDA sekarang. Mereka beriman tapi tidak berpengaruhan akibat dari EGP yang ada di dirinya. Mikirnya, yang penting gue beriman. Atau yang penting gue sayang tapi yang lainnya, perbuatan , pengetahuan, EMANG GUE PIKIRIN!

NAh, kalau anak muda sekarang terus berbuat seperti ini, APA KATA DUNIA???

Renungan hari ini, cuma mau mengajarkan kita hal simpel, AYO MULAI BERPIKIR UNTUK MELAKUKAN SESUATU BUAT DUNIA, BUKAN SELALU MENUNGGU APA YANG DUNIA BISA BERIKAN SAMA KITA. Sehingga kita tidak peduli lagi.

Ya, ga gampang. KArena gue aja masih sering jadi ANAK MUDA yang SOK TAU. Tapi GUE GA BILANG SECARA INSTAN. Gue rasa hal INSTAN itu ga penting. YAng penting ITU BERPROSES.

So, dari renungan ini, cuma mau ngajak kita, MAU GA BERPROSES UNTUK PEDULI TERHADAP DUNIA (Seperti KELUARGA, KULIAH, TEMAN, LINGKUNGAN, BANGSA DAN NEGARA) DAN MENCINTAI SEPERTI CINTA YESUS????

2.” Yang tua aja ga bisa memberikan contoh buat kita.( MEMALUKAN) ”

Ya, ini baru aja terjadi sih menurut gue di kampus gue. Hmm, gue jadi berpikir sejenak gini. Sbenernya yang tidak memberikan contoh itu ga cuman “orang lebih tua” yang dikampus itu, tapi Di negara ini aja ” orang yang lebih tuaa” itu sudah tidak memberikan contoh.

SO, gue setuju untuk tidak menirunya. Cukup bersyukurlah hai orang yang lebih tua karena kita yang muda ini bisa memiliha mana yang harus ditiru dan tidak. Dan bisa mau belajar untuk
” menjadi contoh” bukan ” jadi tontonan”.

Gue rasa sejak kecil, kita selalu dididik untuk ” memberikan contoh yang baik” , ” punya tanggung jawab” , ” kekeluargaan” , ” tenggang rasa” , dll dalam pelajaran PPKN kan??

TApi KEMANA SEMUA ya ” PRAKTEK” dari PPKN itu??? Malu ga sih, kalau orang yang “menyuruh “kita belajar PPKN tapi ga ” dia” sendiri tidak mempraktekkannya???

Hmm, mungkin PELAJARAN INI mulai harus di praktekan kembali oleh anak-anak muda sekarang.

Semua ORANG mau tua maupun muda , memang BUKAN MANUSIA SEMPURNA, tapi itulah makanya, TUHAN sengaja ciptain TUA dan MUDA untuk saling melengkapi bukan??

Berarti, kalau orang muda ngomong atau berpendapat, setidaknya Orang yang lebih tua itu mau mendengar bukan menendang omongan kita kan?? Ibaratnya, kalau mau dihormati, cobalah menghormati..

Intinya :

renungan HARI INI TENTANG EGP, Gue rasa bukan lagi harus jadi perenungan tapi harus dilakukan perubahannya. KALAU KITA MASI SUKA BERSIKAP EGP, MULAILAH MENCOBA MAU BELAJAR UNTUK PEDULI.

Peduli DI SEMUA TEMPAT. ( KAMPUS, RUMAH , SAMA TEMEN, SAMA ORANG LAIN DAN SEMUA ORANG)

Ga ada manusia sempurna, makanya manusia harus berproses dalam pelajaran hidup…^^
Ya gue rasa ga cuma yang muda yang berproses, yang tuapun harus terus berproses… ^^
At least, belajarlah menerima setiap masukan dan pendapat siapapun.KArena itu bagian dari proses…^^

SELAMAT MEMULAI PROSES BARU DALAM HIDUP…^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading DENGAR DAN KUTIP at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: