COKLAT DAN SUSU

7 November 2009 § Leave a comment

COKLAT DAN SUSU

Sunday morning….
Terbangun dari mimpi, melewati gelap, hingga akhirnya terbitlah matahari. Seharum bunga di padang, serasa awal yang indah, menjadi wangi secangkir coklat hangat. Hari untuk bersantai telah menjadi hari yang di nantikan.
Sunday afternoon…
Setengah hari telah terlalui, hampir berakhirlah segala ketakutan. Coklat hangat membantu membawakan aura baru dalam melalui hari yang menakutkan. Seakan hanya satu hari merasakan sukacita dibalik segala rutinitas yang terus terlihat sama.
Sunday night.,..
Akhirnya, hari berakhir. Saatnya menutup hari dengan secangkir susu. Menyeimbangkan diri antara putih dan coklat, antara manis dan sedikit pahit. Untuk menyenyakkan tidur hingga akhirnya bisa berjalan kembali di dalam alam mimpi…
Coklat…
Sebagai salah satu warna diantara berbagai warna yang ada. Bersifat pahit dengan sedikit sentuhan manis, panas, hingga akhirnya menjadi hangat. Memberikan kehangatan dalamnya hati yang memanas. Menjadi teman antara suka dan duka, menjadi tongkat melawan ketakutan hingga memberikan sentuhan keberanian baru dalam melalui hari yang tidak terduga.

Monday morning…
Awal rutinitas baru, sentuhan manis menjadi pahit. Memulai kembali kejadian sama seakan hanya memutar kembali pemutar balik ke saat yang sama. Yang membedakan hanyalah sentuhan di tubuh dan kejadian yang serupa tapi tidaklah sama. Dengan sentuhan hal-hal tidak ternantikan lainnya.
Monday afternoon…
Takut, kembali dan kembali. Setengah hari yang berlalu, setumpuk tugas serta angan-angan baru terangkai sudah. Waktu berlalu, tak bisa terulang, menjadi saat yang mencekam. Ada apa ini? Membuat pusing tujuh keliling di tengah panasnya terik.
Monday night…
Di temani kembali oleh si putih, si lembut dan si hangat. Dia menjadi minuman penutup, menjadi teman dalam doa malam. Susu manis, hangatkan tubuhku, hingga aku bisa tertidur dalam lelap. Biarlah yang sudah terjadi, tertulis dalam buku itu.
Susu…
Putih, murni, sejuk atau menghangatkan, menjadi ciri khas. Di sukai oleh para manusia yang baru saja terlahir. Membantu mengembangkan otak dalam pikiran, penglihatan, supaya tubuh tetap sehat dan segar. Dia menemani dalam menghantarkan jalan ke dalam mimpi. Dia tidak hanya di cintai oleh bayi tetapi oleh semua manusia di dunia ini.
To be continue….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading COKLAT DAN SUSU at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: