HANYA TULISAN BELAKA

7 December 2009 § Leave a comment

Tak ada yang mengerti, mengapa hari ini begitu berat, namun begitu terlalui ternyata biasa saja.

Saat hendak berpikir berat, padahal tahu bahwa tidak seberat itu, kemudian menjadi mencari-cari alasan untuk membuatnya seperti “Masalah”.

Siapapun tidak ingin salah tetapi siapapun tidak bisa terhidar dari kesalahan. MEski tahu akan salah, tetap saja penyesalan menjadi abu.

Yang mencari, akan menemukan, yang menunggu, akan terlihat sia-sia, tetapi sesungguhnya menjadi kedua hal yang hampir serupa hanya berbeda bentuknya.

waktunya sama. Tidak ada yang terlalu cepat, tidak ada yang terlambat. Hanya saja waktu yang termiliki, seakan dibuat berbeda antara satu sama lain. Seperti halnya bentuk muka, wajah, sosok dan sifat orang. Berbeda namun, satu rupa, satu kedudukan.

Gelar, jabatan, memang terlihat besar, tapi sebenarnya sama saja bila menjalaninya berlebihan.

Saya suka punya uang,  tapi saya tidak ingin mencintainya setengah mati. Karena hanya akan membuat saya kehilangan hidup saja.

KAya it bukan berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi seberapa kebahagian yang tak terhingga menjadi pengalaman indah yang bisa dirasakan.

Saat sendiri, seakan menyiksa. Saat bersama, seakan menghantui.

Lebih baik sediakan waktu untuk tertawa untuk sendir dan untuk menangis. Karena memang semuanya ada waktunya.

Menyebalkan menjadi sahabat diri sendiri karena akhirnya hanya menjadi egois.  MEnyenangkan menjadi musuh diri sendiri karena akhirnya bisa mengalahkan ketakutan.

Melihat diri sendiri dari mata sendiri lebih memperlihatkan kejujuran daripada melihatnya dari mata orang lain.

ketika bingung, buatlah sesuatu, bukan hanya diam dan berhenti. Ketika bingung, perbaikilah pikrian, bukan hanya takut dan khawatir. Jalani dengan senyum segala pekerjaan yang membingungkan itu.

semua akan terselesaikan dengan sendirinya bila dijalani dengan usaha dan doa sama rata.

berpikir mengakhiri hidup terus-terus akan membuat hidup seperti neraka.Ketika hendak ingin mengakhiri, lihatlah berapa waktu kamu tertawa di dunia ini? Bila masih ada tawa, buatlah dirimu tertawa karena kamu berpikir seperti ini. Kemudian,tatalah kembali hidup. Ada kesalahan, lihatlah itu sebagai pelajaran bukan sebagai siksaan. ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading HANYA TULISAN BELAKA at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: