HIDUP INI

14 January 2010 § Leave a comment

Semua mata memandang,
satu demi satu terlihat menakutkan.

Adalah dia bernama masa depan,
terlihat gelap dan penuh kabut,
menutupi arah pandang,
ingin berlari dari jalan tersebut,
apa daya hanya itu yang harus terlalui.

Adalah dia bernama menaruh harapan,
semua terasa menekan,
semua menyebutkan tuntutannya,
semua seakan bersikap seperti boneka,
apa daya terasa berat, terasa sakit, tapi
aku diharuskan membawanya.

Adalah dia bernama impian dan mimpi,
terlihat menjijikan dalam pandang lain,
dikatakan tidak mungkin,
hingga membuat aku terdiam dan tidak berani berjalan,
apa daya aku berjuang melawan derasnya,
aliran yang hendak membuang semua impian dan mimpi ini.

Adalah dia bernama kerendahan hati,
teramat lembut,
namun terlihat oleh yang lain,
hanya sekedar topeng belaka,
apa daya, semua mendorongnya jauh,
termasuk oleh diri sendiri.

Adalah dia bernama bicara dan lakukan,
semua yang terucap,
seakan haru dilakukan tanpa perlu belajar,
semua mencemooh karena apa yang terucap,
apa daya kaca seakan tidak memantul.

Adalah aku,
berada di antara semuanya,
dengan segala ketakutan dan kekhawatiran,
berjuang untuk menjadi sebagaimana aku apa adanya.

dan adalah DIA berhuruf besar,
disebutnya sang pencipta,
yang menciptakan dia-dia lain di dunia ini,
untuk menemani aku dan menjadi terang
meski semua mata memandang.

Adalah DIA yang berkata
” lepaskan beban beratmu, dan biarkan aku membantu setiap perjalananmu.”
” Aku tidak akan meninggalkanmu”

refleksi :

ketika semua terlihat memandang, ada rasa takut, khawatir, dan tdak lagi menjadi diri sendiri.
terkadang memaksa tersenyum pada hal yang tidak disukai.
terkadang ketika mengekspersikan marah, tiada pengertian dibalik semua itu.
terkadang seperti BONEKA yang harus menjadi seperti yang dimainnkan.
semua menakutkan.semua memandang dan sangat menakutkan.
seperti tidak ada aku diantara dunia ini

tapi DIA yang berkata lain,
DIA memandang dengan penuh kejujuran dan kesetian,
bahwa akan membawa kehidupan ini pada jalan yang terbaik,
dia mengendong semua beban berat itu,
dan mengijinkan setiap langkah kehidupan ini berjalan.
Meski sakit pelantaraNya, tapi terasa bahagia,
seperti yang selalu dijanjikan..

JAdi, ketika berbeban berat, semua terlihat menakutkan, tertekan, membawa pada hal yang terpaksa, tidak ada lagi kebebasn, tidak ada lagi senyum nyata, tapi TUHAN selalu berkata ” berikan padaku semua bebanMU, karena AKU akan memberikan kelegaan padaMU, semua yang terjadi padaMU, tidak akan melebihi kekuatamu.”

Inilah nyatanya hidup,
meski beban berat,
TUHAN selalu ada untuk membantu dalam setiap jalanNYA…
thanks GOD..

^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading HIDUP INI at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: