kertas putih

22 February 2010 § Leave a comment

Coretan pertamaku adalah sebuah puisi.

Kutulis saat hati terasa pedih sekali.

Seakan tidak ada yang bisa mengerti apa yang aku rasakan.

Meski hingga sekarang aku terkadang merasakannya.

Di atas kertas putih, aku ukirkan perasaanku.

Tidak bisa dirasakan memang, tetapi tetap bisa dibaca.

Aku nodai kertas putih itu dengan kemarahanku.

Kemudian aku nodainya dengan darah merahku, akibat kekesalanku.

Lalu ia mengkerut karena air mataku.

Inilah puisi yang kutuliskan,

“ Bertapa aku tidak ingin hidup lagi!”

Tetapi sekarang kertas itu,

telah terbakar bersama senyumku.

Dan sekarang yang bisa kutuliskan,

pada lembar kertas putih untuk kesekian kalinya,

“ Bertapa aku ingin (tetap) senyum dalam hidup ini , meski sering menyakitkan!”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kertas putih at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: