Koma

9 March 2010 § Leave a comment

“Tidak bergerak!”

aku tidak bisa merasakan tubuhku.

“dia menangis!”

ini karena perih sekali, sakit.

” Kenapa dia bisa begini?”

tidak mengerti! karena sakit sekali.

” SUdah diobatikah dia?”

kemana sekarang? kehilangan arah sudah.

Cepat beri dia obat!”

terlambat sudah, haruskah ada sesal?

” Hei, dia masih bisa hidup!”

sungguhkah? tidak cukupkah air mataku?

Ayo berdoa untuknya!”

jangan katakan itu! semua hanya topeng!

” TUhan, kami ingin dia hidup!”

sungguhkah? kemana kalian sebelum aku seperti ini?

” Tuhan, dia memang tidak sempurna, tapi kami sayang padanya.”

sungguhkah?

“Tentu saja anakKu. Semua sayang padamu. Meski terlihat semu.

Mereka inginkan kau hidup.

Maukah kau hidup?”

“Hei, dia mulai…”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Koma at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: