Bernama Doa

23 March 2010 § Leave a comment

Dalam diam, doa bicara,

berkata dan menangis.

Ingin beteriak, tapi tak mampu terucapkan.

Gundah resah, menjadi satu asa yang tak mampu tersimpan lagi.

Marah, menanti dalam kesepian.

Sampai satu titik akhirnya berteriak,

doa berkata, dalam amarah tak terpendam.

Terus berharap dalam hening,

berharap dan berharap.

Hingga akhirnya mendapatkan ketenangan.

Adalah suka, dalam kepedihan,

seperti pelangi sehabis hujan.

Karena Dia berada tak jauh,

maka rumah ini bernama doa.

Tempat mencari dan menemukan,

tempat mengetuk dan berharap.

Doa, bicara. Doa, diam.

Doa selalu terucapkan dalam suka dan duka.

Karena hanya doa yang mampu mengubah segalanya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bernama Doa at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: