Dia

27 March 2010 § Leave a comment

Di ruang gelap inilah, disinilah aku berada.

Semua terasa gelap. Terasa hampa dan sepi.

Inikah yang bernama kosong?

Ketika semua terlihat menari dengan topengnya,

adakah satu yang menunjukkan aslinya?

Semua terasa kabur.

Antara benci dan sayang menjadi berbeda tipis.

Sekarang apa yang harus dilakukan?

Ketika sifat ‘kemanusiaan’ itu muncul,

seakan seluruhnya menjadi pengemis.

Inikah titik nol itu?

Ketika banyak manusia,

tetapi tidak terasa satupun menjadi teman,

inikah titik duka itu?

menakutan sekali.

Tapi selalu Dia datang.

menawarkan sebuah cinta.

Bertubuh besar dan putih, seperti itulah.

Dia tersenyum saat aku menangis,

dan menemaniku selalu.

Dia memelukku dan terasa hangat.

Terima kasih.

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dia at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: