Musuh

28 March 2010 § Leave a comment

Semua berkata, musuh terbesar adalah dirimu sendiri.

Tapi dia selalu menjadi orang terpenting.

Ketika semua terlihat dengan topengnya,

seperti melihat hingga yang tidak terlihat.

Terasa sakit dan luka, menusuk.

Tapi membuatku tidak berhenti.

Terus dan terus berjuang, meski semua membenci.

Aku bukanlah manusia yang sempurna.

Suatu kali aku punya musuh, bahkan aku

yang menjadi musuhnya.

Tapi dalam pertentangan itu,

aku bisa bangkit kembali.

inilah yang membuatku bertahan.

Ketika dunia terasa hilang,

terasa menunjukkan sisi ‘kebohongannya’

disitulah aku melihat Dia nyata ada.

Dia terlihat ada.

Dia mengajarkanku untuk mengasihi.

Suatu hal yang tidak mudah.

Tapi Dia bisa membuatku menjadi mudah.

Karena cinta.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Musuh at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: