JANGAN DUDUK DISINI

1 April 2010 § 1 Comment

Jangan Duduk Di Sini

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku,
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.  –  Luk 4:18

Hari minggu lalu, saya pergi ke Misa seperti biasa.  Gereja penuh seperti biasa.  Tidak lama setelah saya duduk, datanglah dua orang nenek yang ingin duduk di bangku persis di belakang saya.  Di bangku tersebut sudah duduk dua orang tante-tante (kebetulan bangku di bagian sayap memang hanya muat empat orang, itupun harus duduk agak berdempetan).  Kelihatan kedua tante tersebut tidak senang ketika kedua nenek tersebut ingin duduk di bangku tersebut.  Mungkin terganggu karena harus duduk berdempetan atau karena bau minyak angin yang agaknya dipakai secara berlebihan oleh kedua nenek.
“Ada yang duduk di sini,” kata si tante sambil pasang tampang cuek.
“O.. maaf..”  Kedua nenekpun memilih duduk di bangku saya.  Saya dan istri bergeser agar kedua nenek bisa duduk.  (Memang bau minyak angin sungguh menyengat).

Lucunya, sampai akhir Misa, saya lihat tidak ada lagi yang duduk di belakang saya selain kedua tante tersebut. Saya sungguh sedih.  Bahkan ketika kita datang ke rumah Tuhan, kita masih tidak bisa meninggalkan egoisme kita.  Masih saja berebut tempat duduk, berebut tempat parkir, mementingkan diri sendiri tanpa peduli dengan orang lain.

Yesus menyatakan dirinya datang untuk menyampaikan kabar baik.  Kalau kita berani mengaku diri sebagai murid-murid Yesus, kita harus mulai belajar meninggalkan egoisme kita sehingga kita juga bisa menyampaikan kabar baik kepada orang lain.  (Jo)

Apa yang perlu saya lakukan agar bisa menjadi pembawa Kabar Baik?

renungan ini saya ambil dari buku renungan bahasa kasih. Cerita ini mengingatkan saya pada hari rabu abu kemarin. Peristiwa yang tidak bisa saya lupakan. Ya, masalah bangku. Menyedihkan memang melihat keadaan  seperti ini. Kejadiannya mirip-mirip kaya cerita diatas, cuman disini saya dan teman saya yang berperan seperti nenek tersebut. Bukan karena kita bau, tapi memang keadaannya, banyak orang yang mentag tempat atau jaga tempat untuk kerabatnnya. Ya, saat itu tidak ada bangku. Dan di depan saya, masih bisa muat 2 orang, tapi tante itu jagain bangku itu buat temannya, yang ternyata hingga pertenghan misa, temannya tidak datang.

Yap,ini salah satu bentuk kecilnya. Di gereja, kenapa sih masih ada aja orang yang sperti ini. Ya, mungkin saya perlu mengaca kembali sama diri saya, mungkin juga saya melakukan ini. Tapi, itulah yang membuat saya bingung. kenapa ya?

Mungkin inilah salah satu bentuk yang harus diubah dimasa paskah ini. “Mari bekerjasama melawan kemiskinan” ga cuman materi, tapi juga dari sikap. Menurut saya, hal-hal inilah yang membuat kita miskin. MIskin peduli. Jadi, mungkin disinilah kita harus mulai belajar lagi untuk peduli. Dimanapun kita berada, marilah kita peduli. ^^

selamat paskah…^^

§ One Response to JANGAN DUDUK DISINI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading JANGAN DUDUK DISINI at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: