Diam

8 April 2010 § Leave a comment

Hei, Diam!

Kau memanggilku?

Hah? Namamu Diam memang?

Ya, itu namaku. Apa yang kau butuhkan?

Maksudmu? Kau bernama diam?

Ya. Aku diam. Ada apa?

Kalau kau Diam, kenapa kau berbicara terus?

karena kau memanggilku.

Aku tidak memanggilmu, aku menyuruhnya Diam.

Ya, kau memanggilku, supaya kau bisa diam.

Apa maksudmu?

Kau butuhkan aku, supaya kau tenang.

TUnggu, aku tidak mengerti.

Apa maksudmu?

Sekarang ikutlah aku.

Kemana?

ketempatku. Aku tinggal bersama Dia.

Diam, kau tinggal bersama Dia?

Ya, aku kesini karena kau memanggilku.

kau butuhkan aku untuk bertemu denganNya.

Tidak mengerti.

Sekarang, ikutlah aku.

Aku akan membawamu padaNya.

TEnanglah. Jangan gelisah.

( Hening )

Refleksi:

Seringkali dalam hati kita, ada kecemasan dan ketakutan. Membuat seluruh pikiran kita berbicara satu sama lain. Ketika kita inginkan DIAM, seakan tidak berhenti juga. TApi di dalam Dia, semua akan menjadi tenang. Karena dengan DIAm akan membawa kita padaNya.

Kenapa ada sosok Diam berbicara disini?

Karena aku seakan menggambarkan, sosoknya itu ada, dan dia benar-benar membawa kita pada ketenangan dan keheningan pada Nya. seakan DIam itu adalah temanku yang membawaku sungguh pada ketenangan. Seakan ketika aku menyuruh diam semua pikiranku, aku memanggil dia untuk membawaku padaNya. ^^

Mungkin ini sedikit refleksi diri. Semoga kalian mengerti maksudku.

Diamlah dalam DIa, karena ada ketenangan disana.

semoga berguna dan bermanfaat..^^

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Diam at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: