Pendosa

14 April 2010 § Leave a comment

itulah aku.

Tahu itu akan salah dan melukai hatiNya,

tapi terus dan terus melakukannya.

Aku ingin bebas dari segala dosa,

tapi aku tidak punya pilihan,

selama aku hidup, inilah yang kan kuhadapi.

Tak ada dosa putih, atau dosa hitam.

Dosa adalah dosa.

Yang terus aku bertanya, kenapa TUHAN, kau ijinkan

hatiMu terbuka untuk aku pendosa ini?

Tapi terus dan terus Dia berkata, ” Karena Aku cinta kamu.

KArena kamu amat berharga bagiKu.”

Terkadang aku terasa kotor dan malu,

Tapi, sungguh bukan maksudku melukaiNya,

Oh TUhanku,rasanya aku butuh Kau selalu,

Dalam setiap jalanku ini.

Tuhan,terima kasih Kau tetap menerimaku, pendosa ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pendosa at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: