Mata dan Telinga

4 May 2010 § Leave a comment

Mata melihat, telinga mendengar.

Semudah itu untuk melakukan aktivitas.

Dengan mata dan telinga.

Namun, terkadang apa yang dilihat mata, membutakan pikiran

dan yang didengar telinga melukai hati yang lembut.

Apalagi, ketika dia yang dikatakan iri hati seakan mematahkan harapan.

Padahal Dia sudah menawarkan cinta sepanjang waktu.

Tetapi inilah yang harus dilihat dan didengar,  sebuah keindah tentang BERSYUKUR.

Memang, terkadang seakan iri hati adalah pedang  dan harapan adalah perisainya.

Namun,

kalau sudah ada Dia untuk apa takut pada dia?

dia yang hendak mematahkan harapan akan selalu dikalahkan oleh Dia

dengan kenyataan yang indah dan tidak terduga.

Inilah bukti rasa SYUKUR itu,

ketika semuanya menjadi jelas terpantul nyata di depan cermin.

Membuktikan, ternyata aku diberi keistimewaan dari Dia yang membuat banyak orang terpana.

Lihatlah dengan mata, dan dengarlah dengan telinga,

bahwa ada pujian dari Dia tentang aku dan kamu,

yang membuktikan, bahwa tidak perlu takut dan iri hati lagi.

Karena hidupku dan hidupmu yang berbeda adalah hadiah yang terindah.


Selamat menikmati sebagai aku apa adanya aku di dunia ini.

Dengan mata dan telingamu. ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mata dan Telinga at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: