Tidak Pernah (…)

20 May 2010 § Leave a comment

Selalu bertanya dan tidak pernah puas.

Mungkin inilah hidup. Nyata, bukan mimpi.

Apa yang dicari manusia ?

keadaan yang tidak pernah ( berubah ) ?

hidup yang tidak pernah ( susah ) ?

Senyum yang tidak pernah ( hilang) ?

Penyakit yang tidak pernah ( mampir ) ?

Harta yang tidak pernah ( habis ) ?

Bukan tidak mungkin, kalau semua yang tidak pernah itu terjadi.

Tapi, bukankah harusnya kita lebih banyak bersyukur daripada meminta yang tidak pernah berkesudahan itu?

Sifat dasar manusia adalah tidak pernah  ( PUAS ), itu menurut manusia.

Ya, akupun mengakui. Tapi itu kalau mau terus hidup menurut kehendak kita, kalau mau hidup sesuai kehendakNya, Dia bilang “BERSYUKURLAH”

Kenapa susah sekali bersyukur? Karena selalu menginginkan yang tidak pernah habis itu.

Akhirnya semua akan menjadi batu dan tidak ada hasilnya.

Karena sebenarnya ( PUAS) itu lebih dari luar biasa kalau kau mensyukurinya.

Benar, bermimpilah jangan pernah berhenti, tapi sekali-kali ingatlah kata SEMENTARA itu. ^^

Intinya, kembalilah pada kata pernah ( puas ), ( berubah ), ( susah ) , (hilang), (mampir), ( habis ).

Karena pada akhirnya mungkin inilah yang Dia inginkan dari bersyukur.

Hari ini adalah sukacita.

Hari kemarin adalah syukur

dan hari esok adalah harapan.

Bersyukurlah bisa melalui hari-hari yang berlalu itu hingga akhirnya bersukacita dan bisa penuh pengharapan untuk hari baru.

TIDAK pernah PUAS!

Terima kasih TUHAN. ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tidak Pernah (…) at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: