Arena Pertarungan

21 May 2010 § 2 Comments

Merah :
Kau buka kedua tanganmu lebar-lebar,
lalu mengepalkannya, meletakkan di depan bahumu.
Pandang menantapku tajam, semakin dalam menatap, tanganmu semakin mengepal.
Pikiranmu terpenuhi oleh satu kata ajaib yang menghancurkan,
Siap menerkamku dengan segala cara untuk dapatkan piala dan tepuk tangan.
Bermain belakangpun kau hadapi, demi menuruti pikiranmu.
Tak peduli berapa orang kau kecewakan kau inginkan kemenangan mutlak meski dengan cara kotor

Putih :
Tanganmu terbuka lebar. Mengenggam tangan sebelahmu. Lawanmu kau tatap lembut. Mempersiapkan dengan segala ketulusan.
Pikirmu, bila menang, untuk sejuta tangis menjadi sejuta senyuman.
Pikirmu, semua mata yang memandangMu, Kau memintanya untuk percaya.
Tak peduli berapa luka ditubuhmu bahkan sakitnya kau tahan.
Kau tetap tatap lembut dan pegang erat tangan dengan pandang lembut. Kemenangan adalah hidup bagiMu. Hanya inginkan ada damai.
Kau siap, dengan caraMu dalam hati yang membawa kasih.
Setiap luka Kau biarkan, karena Kau ingin membayar lunas.

Merah Vs Putih
Seakan amarah terkalahkan oleh kasih.
Kelembutan dalam sentuhan mengalahkan kepalan tangan.
Pandangan tajam terpatahkan dengan senyum manis.
Berbagai cara dilakukan, berbagai cara dihadapiNya.
Seakan mimpi, Dia inginkan damai. Namun nyatanya, perang memenangkan.
Meski darahNya tercurah, Dia tak lelah membuka lebar kedua tanganNya.
Meski pasukan semakin banyak yg dihadapiNya, Dia tetap memanggil yang terpilih untuk melawan dengan kasih.
KataNya, ” kejahatan hanya bisa dibalas dengan kebaikan.”
Lembut, darahNya lembut. TubuhNya manis.
Itulah janji dari pengorbanNya yang tak pernah berakhir.

Meski seisi dunia seakan terlihat sebagai arena pertarungan, pertandingankan tetap mengeluarkan satu juara.
Amarah atau kasih?
Selalu senyuman, menciutkan keras suara.
Dan akhirNya terlihat nyata bukti keindahanNya.

Selama bertarung, seakan dunia menjadi genggamanNya. Hanya inginkan damai di bumi, tenang dan sukacita. Mengalahkan air mata.
Inilah pertandinganNya. Dan yang terpiliha adalah perpanjangan tanganNya.
KataNya ” JANGAN TAKUT”
Meski dunia membencimu, Aku tetap mencintaiMU.
You never walk alone. GBU.

Tagged:

§ 2 Responses to Arena Pertarungan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Arena Pertarungan at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: