Dia bernama Terang

22 May 2010 § 1 Comment

Mencari terang dalam kegelapan, adalah awal melalui perjalanan ini.
Tenggelam dalam waktu, berteriak dalam hening, adakan pertanyaan, kemana ini?
Lalu terhenti, bawakan satu tanya siapa yang ada disana?
Diam seribu bahasa, katanya. Memberi satu hal membingungkan, bagaimana ini?
Ini menjadi harapan tapi menakutkan, ini adalah apa yang akan terjadi?
Berserah dan tetap berjalan, atau diam dan diam?

Pilihan itu datang kembali, berteriak dalam ruang gelap, hendak mencari dan mencari.
Akhirnya, dia datang. Dia bernama terang. Satu terang, dua terang, akhirnya menjadi banyak.
Melebihi terangnya matahari, memberi senyum namun meninggalkan tanya?
Bukan tanya dalam bingung, tapi takut semakin bertambah.
Bisakah? Mampukah? Sungguhkah? Seakan melebarkan tanya.

Saking terangnya, membuat kabur pandang.
Mencari seimbang, inginkan kepastian

Tapi,
Terang didepan mata itu, menakutkan.
Tapi,
Jalannya belum terlalui, karena masih diam dalam bingung. Mengikut pada pilihan.
Tapi,
Mempersiapkan pedang dan perisai, siap berjalan, melalui segala pertanyaan.

Dia terang,
Terkadang membutakan dan menakutkan, hingga akhirnya dia.
Tapi, dia tetap memberi senyum dan harapan.

Mungkin,
Inilah jawaban dariNya.
Langit malam, mendengar bisikan hati, memberi bintang, menerangi jalan.

Bersiap, dan berjalan,bersama dia bernama terang.

Inikah keyakinan akan harapan padaNya?
Aku rasa inilah.
Perlukah aku terus takut?
Kurasa tak perlu lagi.
Dia adalah terang.
Dia yang memberi terang.
Dia akan membantuku melalui.
Hingga akhirnya aku bisa tersenyum dalam doa dan melihatNya memancarkan janjiNya, melalui terang ini.

aku rasa, Dia sungguh tak pernah diam,
Melihat usaha dan akhirnya mendengar mimpiku!
Meski awalnya menakutkan, lalu akan lelah,
Tapi,
Hanya Dia janji yang pasti.

Ya, inilah terang dari janjiNya,
Bolehkah aku mengikutinya?
Tentu saja aku harus ikuti terus jalanNya.

Hmm, terima kasih Tuhan.
Aku serahkan hidupku,
Masa depanku, kekecewaanku, mimpiku, gagalku, kebanggaanku, dan semua hidupku,
Inilah yang bisa kulakukan sekarang, untuk melalui terang itu.
MenyerahkanNya pada kehendakMu. Karena Kaulah yang paling berkehendak atas hidupku ini.
Baiklah Tuhan,
Aku siap menyerahkannya padaMu.
Ini doaku,
Jadilah seturut kehendakMu.
Terima kasih Tuhan.
Atas terang dan segala jawaban itu.

Song brighter than sunshine (ost a lot like love)
Written by irene wibowo
Jakarta, 22 Mei 2010, 01.03
Sebuah bisikan hati yang bercerita, di tengah lelap malam, ditemani alunan lagu, hembusan angin malam.

§ One Response to Dia bernama Terang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dia bernama Terang at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: