Lari Atau Lawan?

25 May 2010 § 1 Comment

.Disini, aku tidak duduk lagi.
Aku berdiri tegak.
Dengan pedang dan perisai, aku dipersiapkan Dia untuk berdiri.
Waktu berputar, tak tahu berapa lama aku ada disini.
Di belakangku teriakan untuk “lari” terus bergema kencang.
Di depanku seratus ribuan juta musuh siap “menikamku” hidup-hidup.
Menunggu. Menunggu. Dan menunggu.
Siang berganti malam, dan malam berganti pagi.
MARAH! Inilah tetesan air mataku yang pertama kalinya.
Kenapa mereka bisa aku tidak? Kenapa aku di tinggalkan mereka?
Kenapa mereka merendahkan aku? Kenapa aku harus terus merasa kecil?
KEnapa aku? kenapa aku? kenapa aku?
Pertanyaan itu semakin mendengung.
AH… Membuatku semakin bingung. Aku tidak kuat lagi! Aku lelah!
Aku harus memutuskannya! HARUS! Tapi aku tidak berani!
Sekelibat orang berlalu lalang dihadapanku
Orang pertama berkata padaku, “tinggal maju aja susah.”
Orang kedua, ” Ngapain maju? Mundur aja lagi!’
Orang kEtiga, ” Ikut aku aja, daripada ikut Dia!”
Orang Keempat, ” Depan itu akan membutakanmu!”
ORang kelima, keenam, ketujuh, kedelapan…. arrrggghhhh….
terlalu banyak perkataan!!!!!
DIAM! Inilah tetesan air mataku kedua kalinya!
Tolonglah aku, aku hanya butuh sedikit keberanian untuk maju!Kenapa susah?
Kenapa??
Dan pertanyaan kenapa itu terus berdengung di telingaku.
Aku tak kuasa menghentikannya.
Aku tak mampu mengusirnya.
Aku, tak tahu lagi. Harus apa sekarang??
Hening, hangat, hilang semua yang ada disekitarku. Putih!
Dimanakah aku?
” Aku disini anakKu!”
Hah? Siapa itu?
” Aku disini!”
TUhan? Kau sedang apa?
” Aku sungguh disini!”
Aku tidak bisa melihatmu!
” Aku bisa melihatmu. Aku tahu gundahmu. Lihat kedua tanganmu, kau punya bukan?”
Ya, masih utuh.
” Kedua kakimu? Kedua matamu? kedua telingamu? Seluruh tubuhmu, apakah utuh?
Ya, utuh.
” Kau sudah siap! Jangan takut!”
Tapi kau tidak lihat? Sejam yang lalu aku direndahkan, lima hari yang lalu aku dicaci!Aku tidak berguna TUHAN!
” Kau sudah siap! Majulah! Aku ada disini!”
Kau gila TUHAN! AKu muak dengan semua ini! Aku LELAH! Lebih baik aku mundur.
Aku akan buang prisai dan pedang ini! Aku akan mundur!
” TIDAK! Aku akan menuntunmu. KAU bisa anakKu! Kenapa kau harus peduli dengan perkataan mereka? Kalau kata mereka, kau tidak berguna, kataku KAU SANGAT BERGUNA! Mereka akan lihat keindahanmu suatu hari nanti, dan mereka akan menyesal. KArena aku sudah mempersiapkan yang terbaik untukMu!”
” Aku menantimu. NAnti. BUkan sekarang. Sekarang saatnya KAU MAJU! Dengan perisai dan pedang itu!”
” KAu sudah SIAP anakku!”
Kembali,
aku kembali ditempat yang sama.
Mereka terus berteriak.
Selembar, demi selembar. Ini lembar yang sama. Ini lembar yang aku lalui. TIdak! INI SEMUA KEBAIKAN YANG PERNAH AKU ALAMI! Tidak ada air mata! HANYA SENYUM! Pelukan hangat, gandengan tangan lembut, ciuman manis, dan semua ini adalah BAHAGIA yang pernah aku rasakan. Lalu, ini saat aku bertarung dulu. Aku berhasil. INI SEMUA KEBERHASILANKU, bersamaNya.
Ya. BErsamaNYa.
BAiklah, aku tidak pantas lagi marah. Ini hariku. HAri baruku. TUHAN bilang aku siap, berati aku siap.
Ya, aku gagal, dulu. TApi aku akan berhasil NANTI! PASTI BISA! PASTI pas sesuai waktuNYa!
Ya, Aku tidak peduli lagi pada semua itu. Aku hanya peduli pada JALANNYA!
” Memang tidak akan enak jalan itu nak! Kau tahu? 77 tahun aku hidup 30 tahun aku lari, dan aku menyesal. Setelah aku melawan semuanya itu, aku melihat KEMULIAANNYA!” kata seorang kakek padaku.
” BEnar!Aku juga. 4 tahun lalu, aku lari, karena gagalku. Sekarang setelah aku pakai pedang dan perisai itu, aku mendapat keberhasilan yang tidak terduga melebihi apa yang aku pikirkan. Aku kira aku tidak bisa, tapi ternyata lebih dari itu AKU SANGAT BISA!” kata seorang lelaki padaku.
” AKu juga! 3 tahun yang lalu aku dianggap paling lemot, tidak bisa apa-apa. Sekarang semua orang melihat dan menganggumi aku. Aku bisa! Kaupun bisa! Mereka yang menolak sebelum tahu semuanya, akan menyesalinya. Ya,kau bisa! Dan LIHAT SEMUA KARENANYA!Jangan LARI!”
” JANGAN LARI! JANGAN LARI! JANGAN LARI!”
HEi, kemana mereka??
Ah ni bukan perisai dan pedangku!
” INi hadiah untukmu anakKu. MAjulah! Aku ADA untukmu! Jangan TAKUT!”
Lawan? Ya! LAWAN! 22 tahun aku berjuang untuk melawan ketakutan bukan berarti aku harus berhenti disini! BAIK AKU SIAP!
AKU AKAN LAWAN KETAKUTAN iTU!Ya, itu pilihanku!
AKU SIAP
” Tentu saja Kau siap!”kataNya lagi padaku. ” Siap mendapatkan HADIAH YANG BESAR dariku.
A gift of love
A gift of tears
A gift of work
A gift of money
A gift of shine
A gift to make a friends
A gift of family
A gift to reach and make a dream
A gift fot hope
A gift to live in this LIFE
A gift to LAUGH
A gift of happyness
A gift to see dark
A gift for pray
A gift of FAITH
A gift of time
A gift of Fate
A gift to see a  miracle
A gift to loss something
A gift to nothing
A gift to get an impossible thing
A gift for everything
A gift to look THE REAL WORLD
Menjadi anak kecil adalah keharusan, menjadi DEWASA adalah PILIHAN! Semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi dalam segala hal.
AMin..
PS: terima kasih teman-teman atas dukungan moril, semangat, ucapan dan semua yang sudah diberikan buat gue. Sungguh berarti banget.^^ Mengenal kalian, bersahabat dengan kalian, berkeluarga dengan kalian, adalah HADIAH TERINDAH Untukku.
– Cerita ini hanya khayalan seorang yang sedang berada disuatu tempat yang tidak dikenali dan diambang titik hidup yang menakutkan.. ^^
Jakarta. 25 Mei 2010
Song Everything-windows music player
at my room
2.28 PM

§ One Response to Lari Atau Lawan?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Lari Atau Lawan? at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: