Lihatlah Lebih Dekat Lagi

21 June 2010 § Leave a comment

Ketika apa yang diinginkan, tidak terjadi sesuai rencana, kemarahan menjadi ledakan awal. Kenyataan tidak bisa dipungkiri, bahwa yang terjadi adalah akibat dari keegoisan semata. Ketika sudah tidak ada jalan lagi, bunuh diri seakan menjadi jalan keluar yang tepat untuk mengakhiri yang baru dimulai. Lalu apakah sungguh sudah melihat, mendengar dan merasakan sesungguhnya ini?

Seberapa keraspun kau berteriak mencari kedamaian, tapi kau tidak mau membuka telingamu untuk mendengar kedamaian itu. Seberapa besar usahamu mencari kedamaian itu, tetapi kau tidak mamu membiarkan dirimu merasakan kedamaian itu. Damai itu tidak akan pernah ditemukan sampai kapanpun.

Pintu yang selalu tertutup, tidak akan memperlihatkan kesungguhan arti yang hendak dicari. Hujat menghujat, tuding menuding, menjadi hal yang biasa diantara hal yang luar biasa. Seakan tidak ada lagi jalan yang bisa ditempuh, selain menusuk dari belakang.

Ketika ada air mata, malah mencari senyuman. Membohonginya dengan topeng, bahwa yang berkuasalah yang akan menang. Tapi melupakan perjuangan akan air mata tentang arti kepedihan. Mencari bahagia setiap hari, melupakan tangisan.

Mencibir berkata kasihan,tetapi terus mencari cara untuk menjadi yang paling hebat, apakah itu arti kasih yang sesungguhnya? Ketika ingin memberi, seakan justru akan semakin berdosa, apakah itu artinya mengasihi?

Tidak masuk akal memang, ketika sebuah pedang di hunuskan ke perut darah dagingnya, tapi justru itulah yang kian terjadi. Terbuai pada kenyataan dan melupakan perjuangan. Ketika semua tidak bisa mengikuti keinginan, seakan bersiaplah akan kehancuran yang ada di kedua tangan yang lapar.

Lebih dekat lagi, sesungguhnya semua tiada arti bila terus dan terus mencari emas ditengah semunya kenyataan. Memang terang yang terlalu terang terkadang akan membutakan, tetapi terang yang sesungguhnya justru bisa memperlihatkan pada gelap, bahwa ketika terlihat dengan dekat, disitulah ada jawaban dari semua yang ada.

Bukan semu, bukan abu-abu, tapi adalah jawaban. Begitulah kenyataannya. Ada jawaban, ada harapan di dalam setiap kebuntuan. Hanya saja, lihatlah lebih dekat lagi.

Jakarta, 21 Juni 2010

Song Sherina-Kubahagia

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Lihatlah Lebih Dekat Lagi at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: