Matamu

12 September 2010 § Leave a comment

Dalam pejaman matamu, kulihat manisnya wajahmu.

Heningmu, menuju pada sang Khalik.

Buatku bertanya, apa doamu?

tik..tok..tik..tok…dentangan waktu yang bergulir,

membuatku tak berhenti menatapmu, menunggu matamu terlihat jelas.

Akhirnya doamu berakhir.

Kau angkat wajahmu, Kau tutup  harapanmu dengan tanda salib.

Apa yang sungguh kau harapkan? Apa kesedihanmu?

Akhirnya aku melihat wajahmu.

Dan kau berjalan, tersenyum…manisnya…

Seandainya, matamu bisa selalu kulihat.

Seandainya, kau tahu, aku ingin matamu menatapku.

Seandainya, dan seandainya..

Ah, aku takkan pernah dilihatnya.

“Sudah selesai doanya?” tanya Wanita.

“Sudah,” jawab Pria.

Dia membalikan wajahnya, menatap kembali, seakan ada yang terlupakan.

Apakah dia bisa melihatku?

“Dia ada disini,” ujar Pria.

“Maksudmu?”

“Dia masih hidup dihatiku.”

Sungguhkah? Dengan segala kebodohanku? Kau masih ijinkan aku berada dihatimu?

Meski aku sekarang hanyalah jiwa yang melayang.

” Aku berharap bisa menatapnya lagi,” kata Pria berharap.

“Maafkan aku, aku turut berduka cita.”

Maafkan aku, karena cemburu pada indah matamu.

Maafkan aku, karena bodoh tak mempercayai cinta.

Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku…

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Matamu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: