Ikuti saja

5 October 2010 § Leave a comment

Lebih lama aku menunggu, daripada berjalan.

Ketika aku merasakan ini adalah inginku, seakan egois memenuhi jiwaku.

Tapi apakah aku harus berhenti?

Sekitar mulai sering berkata “ikuti!”

Dengan arti, ” jangan memaksa!”

Akupun tak pernah memaksa, tapi apa daya, aku hanya bisa berusaha.

Doa telah ku jalani, berharap telah ku panjatkan.

Sekarang aku hanya bisa apa?

Mengikuti alurNya.

Bukan alurku.

em, mungkin karena alurku berasal dari alurNya.

Dia memang terkadang menyebalkan dan berlaku tidak adil, tapi Dia tahu yang terbaik.

Harus bagaimana lagi?

Percaya! PErcaya!

Manusia bisa bilang, “Dia tidak terlihat, bagaiman percaya padaNya?”

Apakah harus yang terlihat yang bole dpercaya?

Beruntunglah aku, seperti lampu yang bisa dinyalakan dan dimatikan,

aku tetap bisa melihat lampu yang menyala, meski terkadang redup.

Kalau memang harus sepanjang ini, mengapa harus malu?

Kalau tahu di depan sana ada yang paling terbaik, kenapa harus takut?

Kalau aku telah berusaha semampuku, apa lagi yang harus membuatku mundur?

Mungkin inilah semangat, tapi aku rasa ini adalah karena Dia.

Aku bukan orang sempurna, tapi aku berusaha mengikuti Dia.

Aku bukan orang tanpa dosa, karena sering menyebut namaNya, tapi karena aku menyadari, manusia tidak ada apa-apanya tanpa Dia.

Bukan yang dibumi yang mengatur rejekiku, tapi yang disurga!

Ya, aku akan ikut saja DIa!  ^^

Jakarta, 05 Oktober 2010

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ikuti saja at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: