Aku tak mau Bersedih

9 October 2010 § Leave a comment

sumber gambar : google search

 

Ketika semua orang pergi dari rumah, aku sendiri.

Aku menatap sang mentari.

Tidak kuat menahan rasa yang bercampur di dalam hati.

Aku berjongkok di depan taman, di dalam rumah.

Aku ambil pisau, aku  buang semua pikirku.

” Aku tak mau bersedih, aku tak mau bersedih,ak…”

dan tak sampai sedetik, sedihku tak terbendung.

Air mata tak lagi bisa ku tahan.

Perlahan isakku mulai terdengar.

Dan semakin keras.

Tanpa banyak kata, semua ingatanku terlihat di antara terang mentari.

Ku tundukkan wajahku, ku tutp kedua mataku.

Rasa marahku seperti meluap dari jiwaku.

Tapi aku tak mau bersedih!

Aku lempar pisau yang hendak kugunakan untuk menggurut nadiku.

Karena aku bisa HIDUP dan mau tetap HIDUP, meski memang sulit tuk kujalani.

Waktuku yang terhenti, telah berjalan kembali.

Ku buka kedua mataku yang basah, ku tatap langit di jauh sana.

 

Jakarta, 09 Oktober 2010

Inti ceritanya adalah seorang yang menahan kesedihan begitu lama, dan dalam satu waktu tidak bisa membendung lagi. Dan disaat waktu itu, hendak mengakhiri hidupnya. Namun, dengan air mata yang keluar, dia mengerti, bahwa dia masih BISA HIDUP.

Renungannya, terkadang kita membiarkan kesedihan terpendam begitu lama, sehingga tak sanggup lagi menahan. Tapi ketika semuanya keluar, rasa untuk mengakhiri pasti bisa kita AKHIRI. Bahwa sungguhnya hidup itu berharga.

Biarkan ada air mata diantara kesedihanmu, karena mungkin itu adalah kekuatanmu.

Dan ingat TUHAN SELALU ADA! Terus BERJUANG! INILAH PERJUANGAN! ^^

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aku tak mau Bersedih at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: