Pipi kanan, pipi kiri

19 November 2010 § 1 Comment

Tak ada dosa besar dan dosa kecil. Semua dosa, adalah dosa.

Ketika pipi kananmu terluka, berikan pipi kirimu. Lalu apa artinya, ketika tamparan sudah menghujung dipipimu?

Dan kau tetap berbuat dosa.

Tuhan tak pernah menamparmu dengan pukulan, tetapi dengan kasih.

Namun terkadang terasa sakit. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Berhenti. Mengapa sulit?

Karena kita tak pernah jerah.

Bagaimana bisa jerah?

Lihat DIA!

Apa yang telah Dia buat dalam hidupmu?

Susah, sakit, senang, tangisan, bahagia, terjadi silih berganti.

Tapi BERKATNYA tak pernah berkekurangan dalam hidup ini bukan?

Tak perlu takut, tapi kau perlu BERHENTI sekarang!

Berhenti menampar dirimu, berhenti berbuat dosa.

Apakah sulit?

Tidak. Lihat Dia, lihat perkaraNya.

Dia tak mau menangisi dosamu lagi.

Jadilah pemenang bagiNya.

 

Jakarta, 19 november 2010

hanya sebuah renungan tentang tamparan. ^^

Tagged:

§ One Response to Pipi kanan, pipi kiri

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pipi kanan, pipi kiri at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: