Putih

4 January 2011 § Leave a comment

Kalau kata mereka, putih adalah suci.

Putih menjadi salju.

Dalam hawa dingin, dia turun membasahi daratan ini.

Dengan putih, dia membuat rumah-rumah menjadi putih.

Awan bagaikan hantu.

Terlihat, namun tak teraba.

Awan, aku ingin katakan padamu.

Aku rindu, aku ingin berada disana.

Tapi, katanya, belum waktuku.

Awan, Dia berjanji, kaulah yang akan menemani aku.

Awan, aku melihatmu pagi ini.

Dan aku melihat senyumNya.

Aku takkan melupakan janjiNya.

Awan, janganlah kau menghitam. Tapi biarlah putihmu, membawa aku, padaNya.

 

Terima kasih awan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Putih at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: