bagaikan bejana

5 January 2011 § Leave a comment

bagaikan bejana siapa dibentuk,

demikian hidupku, ditanganMu.

 

Aku tidak pernah berkata, “hidupmu akan selembut sutra. Namun, pelangi akan selalu bersinar sehabis hujan. Ingatlah itu anakKu.”

 

 

 

Aku lihat, ini gelap.

Sebuah lilin menyala di tengah gelap.

Teranglah sudah seisi ruang.

Ku tatap seorang didepanku.

TanganNya, membentuk sebuah bejana.

Kulihat air matanya, tak lama Dia tersenyum.

Aku bangkit, dan bertanya padaNya, “Apa yang kau lakukan?”

Dia menatapku, dan berkata,” Aku sedang membentukmu.”

Bagaimana Dia membentukku? Aku sudah menjadi diriku.

” Ketika kau terlahir, aku memberikan sebuah tugas dalam perjalananmu.

Kau mudah terjatuh, kau mudah menyerah. Lihat tanganKu, Aku tidak meninggalkanmu anakKu.

Aku tidak menjanjikan hidup selembut sutra, tapi Aku selalu membentangkan pelangi sehabis hujan.”

Bagaimana bisa?

” Karena Aku mencintaimu anakKu.”

Dia mendengar?

Em, kenapa kau menangis lalu tersenyum?”

Dia kembali hanya tersenyum lalu berkata, ” karena terkadang kau membiarkan lilin itu mati dalam gelap.”

Apa maksudNya?

” AnakKu, itulah lilin, itulah tugasmu. jadilah terang. Aku tahu saat aku membentuk dirimu, terasa akan sangat sakit, tapi jagalah terus lilin itu. Aku takkan meninggalkanmu.”

 

 

 

Jakarta, 5 Januari 2011.

Jadilah terang! Jangan takut dibentuk olehNya. Percayalah, He never leave you alone.

GBU ^^

 

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading bagaikan bejana at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: