Tengah

6 January 2011 § Leave a comment

Hei Langit, padahal Kau melihat. Namun, Kau membiarkan aku begitu saja.

Apa alasanMu?

Karena Aku sayang padamu.

AH, terkadang aku mendengarMu, hanyalah ucapan belaka. Kenapa aku terus tertipu?

Tidak ada yang menipumu. Yang kau lihat, adalah yang tidak kau lihat.

Apa maksudmu? Aku telah melihat  yang terlihat, dan itu menyakitkan!

Berada di tengah bagaikan berada dalam kotak puzzle.

Mengapa kau harus takut? Bukankah yang kau lihat adalah indah?

TIDAK! Itu hanyalah semu. Aku rindu kenyataan. Mana?

Kau sudah melihat. Kau hanya terperangkap dalam pertanyaanmu.

Karena aku tidak melihat.

Apa yang aku lihat?

Kau melihat apa yang paling ingin kau lihat, tapi kau menutup matamu untuk yang Aku beri.

Hei, coba lihatlah. Aku berikan setitik terang itu di tengah malam.

Aku menyayangiMu.

 

Jakarta, 6 Januari 2011

 

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tengah at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: