Memaafkanmu

12 January 2011 § Leave a comment

Lonceng berbunyi. Hari telah kembali menjadi terang. Aku masih di sini. Di tepi jendela, ku tatap langit yang mulai mengeluarkan warna dasarnya. Melalui pantulan sang matahari, cahaya terlihat lebih terang daripada lampu jalan. Menandakan pagi akan tiba. Dimana kau? Sejak kepergianmu yang tak teduga, ingin ku menghentikan waktu. Apakah aku harus menjadi juliet? Di dalam menara kamarku, aku rindu dunia luar. Tapi aku tak tahan berlama berada di luar. Bosan menanti kedatanganmu, yang ternyata kau telah pergi bersama topengmu. Sekarang, dalam perangkap ini, aku hanya bisa menunggu sang ajal menjemput. Menanggung sendiri derita ini akibat cinta palsumu. Semoga hatiku memaafkanmu.

Jakarta, 12 Januari 2011
*ini hanya sebuah cerita fiksi.
**sudah lama tidak befiksi ria ^^

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Memaafkanmu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: