1st Love Letter : “Sepucuk Surat Tak Terkirim”

14 January 2011 § Leave a comment

Dear my lovely letter,

Aku menantimu.

Terus menanti. Hingga hanya bisa aku tuliskan di atas kertas ini.

Menyedihkankah? Ketika hanya menanti dalam angan?

Apakah aku harus di hina hanya karena penantian ini?

Aku tidak hanya diam dan duduk menanti.

Aku berjalan, mencari meski tak terlihat.

Walau hanya seucap doa, kecil usahaku, tapi aku terus mencari.

Kepada kamu,

Aku tahu, kau mengisi mimpiku. Kau yang akan mengisi hariku.

Semua membaca ini, akan menertawakanku.

Tapi suatu hari nanti kau akan datang, dan membuat mereka menyesal.

Aku tahu. Ini bukan angan belaka. Ini bukan mimpi kosong.

Lebih baik semu ini dalam mimpi, daripada saat aku bertemu denganmu, ternyata hanyalah semu.

Semoga dan semoga dan semoga kau berbahagia saat berjumpa diriku.

Dan semoga surat ini akan tersampaikan pada dirimu.

Penantian awalku, dalam mimpiku hingga akhirnya aku kan bertemu dirimu.

Love letter.

Jakarta, 14 Januari 2011

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 1st Love Letter : “Sepucuk Surat Tak Terkirim” at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: