2nd Love Letter : Kepada Langit

15 January 2011 § 1 Comment

Mengapa aku tak bisa mendapatkan yang aku mau langit?

Kenapa aku harus seperti ini?

Apa yang kau lakukan dengan matahariku?

Kemana lagi sekarang aku harus pergi?

Dear Langit,

I see the light in the blue sky. Please, keep shinning.

I want to walk into the brightest way.

Ini bodoh, kata mereka. Tapi aku tak bisa berhenti menatapnya.

Mengapa semakin hari aku semakin yakin?

Hei langit, aku ingin katakan padamu, bersinarlah.

Kadang kau gelap. Kadang kau berkabut. Aku tak bisa melalui jalan ini.

Ya, aku takkan bisa melalui tanpamu.

Hari berlalu, aku rindukan perjalanan itu.

Tapi kadang aku harus berhenti.

Langit, katakanlah saja padaku, dan jawab pertanyaanku.

Aku tahu, Kau disana, dengan senyum pelangimu.

Ah, aku memang tak pernah membencimu. Aku hanya ingin tahu.

Semua ini, semua ini, dan apa lagi yang harus aku lakukan, dikala seakan tak ada jalan?

Semoga aku bisa selalu menatapmu. Meski kau terlalu gelap, atau terlalu terang.

Ya, aku sayang pada setiap jalanMu. Hanya saja, temani aku ya langit!

Sayang,

hijaumu.

 

Sumber gambar : google search

Tagged:

§ One Response to 2nd Love Letter : Kepada Langit

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 2nd Love Letter : Kepada Langit at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: