#15th Love Letter “Salam Kecut”

28 January 2011 § Leave a comment

Salam Kecut,

 

Terima kasih. Ya, lagi-lagi aku berterima kasih pada sesuatu yang terlihat buruk.

Mungkin, itulah aku. Sifatku kalau kata orang. Aku mau berteman denganmu, tapi tak mau selamanya bersamamu.

Kau tahu? Itu hanya membuat aku jauh dari khayalan dan kenyataan. Aku hanya terperangkap didalam ruang kosong dan hampa.

Aku bosan selalu ada di dalam ruang itu.

Ini, kunci, saatnya aku keluarkan? Saatnya aku pergi tanpa perlu takut bukan?

Ah, sudahlah, aku tak tahu lagi. Tapi aku tak ingin lagi bersamamu.

Aku akan jauh darimu. Ga enak selalu jadi kecut. Aku ingin menjadi sesuatu yang berasa, yang bewarna, yang menarik.

Bisakah aku? ya, aku yakin bisa.

Karena sekarang, aku bukan KECUT lagi. Aku akan menjadi SALUT!

Aku dulu, akan berbeda dengan aku sekarang.

Terima kasih kecut, kau telah membuat aku mengerti bagaimana untuk menjadi salut.

Berjuang, berani, berdoa, dan biarkan TUHAN bekerja. ^^
Manis,

salut.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #15th Love Letter “Salam Kecut” at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: