20th Love Letter : Mulut Berkata

2 February 2011 § Leave a comment

Hallo mulut berkata,

Manis sekali perkataanmu saat kau mengukapkan sesuatu. Hingga kadang kau hanya pintar bicara.

Ya, bagaimanapun, mulut berkata, aku tidak membencimu.

Terkadang kau berkata apa adanya, meski melukai. Terkadang kau bisa menyemangati aku.

Dan kau tetap menjadi guru bagi murid-muridnya.

Mulut berkata, kau yang sering berkata banyak hal, terkadang perkataanmu mempengaruhi tingkah sekitarmu. Apakah kau sadar?

Ya, mungking harus berpikir, sebelum berbicara.

Apa gunanya mulut berkata, hati tidak melakukan dan tingkah sama saja?

Akhirnya hanya topeng dalam bicara, dan cuman kehampaan yang keluar dari mulutmu.

Mulut berkata, aku mencintaimu, saat kau mau membantu aku.

Tapi aku membencimu, ketika kau hanya sebagai kata belaka.

Bagaimanapun, kau temanku. Tanpa kau, aku tidak sempurna.

Aku menghargaimu.

Mulut berkata, kau tahu, ketika kau sudah berkata, tidak ada yang bisa kau hapuskan lagi perkataanmu.

Hanya mungkin kau bisa berkata “maaf” tapi terkadang, ‘maafpun’ tak cukup.

Mulut berkata, kau punya telinga yang mendengar.

Sudah saatnya kalian berteman. Karena aku butuh kalian semua.

Mulut berkata, terima kasih.

 

Tersayang,

hati yang berseru.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 20th Love Letter : Mulut Berkata at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: