Di Bawah Selimut

17 February 2011 § Leave a comment

Gemuruh suara terdengar begitu kencang. Dari dalam, aku merasakan kegentiran di luar sana. Tidak diam. Seiring suara jantung terdengar, mata tak kunjung terlelap.

Di bawah bantal aku menatap cahaya yang datang dan pergi. Membayangkan kerisauan malam akan kepedihan yang terjadi. Tanpa bulan dan bintang, malam terlihat menakutkan.

Suara di dalam tak mau kalah dengan gemuruh di depan. Cacian terlontar dari mulut pria yang berusaha menguasai si wanita. Di iringi nyanyian ketukkan meja yang dimainkan si pria.

Di bawah bantal, aku bertanya, di perang manakah aku berada? Seandainya bantalku adalah pintu, aku hanya ingin lari mencari tempat hening tanpa gemuruh dan malam yang menakutkan.

Ah, aku hanya perlu berada di dunia mimpi.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Di Bawah Selimut at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: