Retak

18 February 2011 § 4 Comments

Sekuat tembokpun, pasti akan retak. Mungkin seperti itulah hatiku.

Di tengah kegalauan, aku akan cepat tersungkur. Namun, aku harus siap tanggap.

Cepat bangun dari keterpurukkan.

Aku tidak memegang satu janji untuk 366 hari. Aku memiliki 366 janji untuk 366 hari.

Isinya satu, “Jangan takut!”

Meski sudah mulai retak, tetaplah lihat Dia disana.

Ada. Mendengar. Melihat.

Ada. Tanpa berkedip, tanpa berpaling, tanpa kebohongan.

Untuk apa aku takut? Karena aku merasa terlalu mudah bila tidak ada ketakutan.

Salah! Karena aku tidak berani bangun dari mimpiku dan membuka topengku.

Makanya aku takut.

Sekarang, aku diberi mimpi. Lalu, haruskah aku takut untuk menjadikannya nyata?

Tidak perlu takut!

 

Jakarta, 18 Febuari 2011

Tagged:

§ 4 Responses to Retak

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Retak at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: